Adab Berdoa Menurut Agama Islam

 

 Ψ¨ِΨ³ْΩ…ِ Ψ§Ω„Ω„َّΩ‡ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ْΩ…َΩ†ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ِΩŠΩ…ِ
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa ta’ala, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dari-Nya, dan meminta ampunan-Nya. Kita berlindung kepada-Nya dari keburukan-keburukan jiwa kita, dan kejelekan-kejelekan perbuatan kita. 

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah atas diri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarganya, para sahabatnya, dan orang orang yang setia meniti jalan petunjuknya hingga hari kiamat.

Adab berdoa adalah sikap khusus yang harus ada ketika melakukan aktivitas. Permohonan kepada Allah, dengan penuh pengharapan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, akan menerima dan mengabulkan permohonan itu dengan penuh keridhaan dan kecintaanNya. 

Tidak bisa berdoa dengan semaunya saja tanpa memerhatikan tata caranya. Diantara adab-adab tersebut ialah:

Adab-adab berdoa:

1. Memanfaatkan waktu-waktu yang diberkahi, seperti hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jumat dan waktu sahur. Sebagaimana dalam firman (Q.S.Yusuf :98) 

Ω‚َΨ§Ω„َ Ψ³َوۡفَ Ψ§َΨ³ۡΨͺَΨΊۡفِΨ±ُ Ω„َΩ€ΩƒُΩ…ۡ Ψ±َΨ¨ِّΩ‰ۡؕ Ψ§ِΩ†َّΩ‡ٗ Ω‡ُوَ Ψ§Ω„ۡΨΊَفُوۡΨ±ُ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ِيۡΩ…ُ

Artinya: Dia (Yakub) berkata, "Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sungguh, Dia Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."

Yakni agar dia dapat berdoa disaat-saat akhir malam, sedangkan putra-putranya berdiri dibelakangnya dan mengikuti doanya sambil mengucapkan amin.

2. Mengokohkan kepercayaan bahwa doa itu akan diperkenankan Allah dan tidak merasa gelisah jika doa itu belum terkabul.

3. Mengulang-ngulang doa itu dua tiga kali. Sesuatu yang sangat kita dambakan, akan lebih baik jila dibaca berulang dua tiga kali. bertobat sebelum berdoa dan mengharapkan diri dengan sesungguhnya kepada Allah.

4. Merendahkan suara, yaitu terdengar dengan tiada oleh orang yang disisi.

5. Tidak membuat sajak dalam berdoa. Seseorang yang berdoa hendaknya merendahkan diri. membuat-buat sajak seperti ini tidaklah sesuai.

6 Meminta dengan kesungguhan serta yakin akan dikabulkan dan benar-benar berharap. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Bersabda, “berdoalah kepada Allah dan yakinlah doa kalian akan diijabahi. Sebab Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang kosong dan lalai.”

7. Tidak mengiringi doa dengan masyi’ah (ucapan, apabila berkehendak).

8. Ikhlas ialah mengesakan Allah dalam mengerjakan ketaatan dengan sengaja, yaitu semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah tanpa ada terdetensi lain, seperti berpura-pura kepada makhluk, mencari pujian manusia atau makna lain selain mendekatkan diri kepada Allah.

9. Jangan bersajak ketika berdoa, hendaknya kita tidak memaksakan diri dengan “bersajak” dalam doanya. 

Sebab, seorang yang berdoa semestinya dalam keadaan merendahkan diri dan beriba-iba, sedangkan pemaksaan diri seperti itu (dengan sengaja bersajak), tidaklah patut baginya, hal itu dapat dianggap sebagai cara yang melampaui batas. 

Adapun Rasul Shalallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda “akan ada suatu kaum yang melampaui batas dalam berdoa”.

10. Bersuara antara pelan dan keras (lembut). Diriwayatkan bahwa Abu Musa Al-Asya‟ri berkata, “kami pulang bersama RasulShalallahu 'alaihi wa sallam. Ketika telah dekat dengan kota Madinah, beliau bertakbir dan orang banyak pun ikut bertakbir, seraya mengeraskan suara mereka.

11. Penuh pengharapan adalah orang yang mengerjakan sebab, yakni ketaatan seraya mengharapkan ridha dan pengabulan dari Allah.

12. Tiada henti memohon kepada Allah.

Prinsip mendasar dari adab berdoa adalah menghadapkan diri, jiwa, dan hati dihadapan Allah Subhanahu wa ta'ala, dengan penuh keyakinan, bahwa dia pasti akan mengabulkan doadoa yang dipanjatkan itu dengan segera atau lambat.

Suci dan bersihnya diri jasmaniah dan rohaniah dari kotoran dan najis lahir maupun batin, serta adanya sikap perjuangan dan tanpa putus asa mengulangi permohonan itu tanpa ada ada perasaan jenuh.

Demikian kiranya adab berdoa menurut Agama Islam. Allah dekat dengan kita dan Allah bersama kita dengan ilmu-Nya (pengetahuan-Nya), pengawasan-Nya dan penjagaan-Nya. 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan kepada kita untuk menyerahkan masalah pengabulan do’a hanya kepada Allah dan harus merasa yakin dengan terkabulnya do’a. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kita. Terimakasih telah berkunjung.

0 Response to "Adab Berdoa Menurut Agama Islam"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak