Kurang Bersyukur (Diam saat senang)

Disaat menikmati hasil mereka akan diam disaat terkena musibah mereka teriak

Kalimat itu memang sering terdengar di masyarakat kita, biasanya ditujukan kepada orang-orang yang:

  • Ketika sukses, dapat jabatan, kaya, atau menang, mereka diam saja, tak terlalu berbagi atau bersyukur keras-keras.

  • Tapi begitu kena musibah, ditimpa masalah, dikritik, atau gagal, tiba-tiba langsung teriak keras: “Kok saya dizalimi! Kok tidak ada yang bantu! Kok dunia tidak adil!”

Intinya sindiran buat orang yang senang menikmati haknya secara diam-diam, tapi langsung ribut minta-minta simpati atau pertolongan saat kena akibat dari perbuatannya sendiri (atau saat keberuntungan berbalik).
Mirip pepatah Jawa:
“Bagus nalika bagus, nanging nalika susah langsung nggerutu (nggrundel).”
Atau dalam bahasa yang lebih kasar: “Enaknya doang nrimo, susahnya nggak nrimo.”

Biasanya ditujukan ke orang yang kurang konsisten antara nikmat dan ujian, kurang rendah hati saat di atas, tapi sangat vokal saat jatuh. Klasik banget perilaku manusia, sayangnya. 😅

0 Response to "Kurang Bersyukur (Diam saat senang)"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak