MAKNA WUDHU ( BERSUCI )

Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa ta'ala shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam keluarga sahabat dan para pengikutnya yang setia dan istiqamah

Wudhu dari sudut pandang fiqih dan tasawuf, syariat dan hakikat. Bagi kaum sufi wudhu tidak cukup sebatas membasuh anggota lahir saja melainkan keduanya, yakni lahir dan batin. Bahkan wudhu dalam arti membersihkan batin lebih sulit dari sekadar membersihkan anggota lahir.

Secara lahiriah bersuci adalah membasuh dan mencuci anggota gerak dan panca indera, mulai dari lengan, muka, termasuk mata, telinga, hidung dan mulut, kemudian kepala dan kedua kaki.

Secara batiniah berwudu berarti menghindarkan anggota badan dan panca indera dari hal-hal yang diharamkan. 

Kedua jenis wudhu ini bukanlah sesuatu yang berseberangan. Akan tetapi menunjukkan adanya peningkatan kualitas ibadah dari seorang hamba. 

Jika selama menempuh jenjang pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi hanya mengkaji materi yang sama dan dengan muatan yang sama pula. 

Maka di manakah letak kemajuan ilmu pengetahuan yang diraihnya, yang pada akhirnya akan berdampak pula pada kualitas amaliah ibadahnya.   

Semakin tinggi tingkat pengetahuan agama seseorang, maka semakin sempurna pula amaliah ibadahnya. 

Karena sebanyak apa pun ibadah yang dilakukan, jika tidak didasari dengan ilmunya maka tertolak. Orang berilmu lebih utama daripada ahli ibadah.

Sebagaimana di ibaratkan rembulan akan terlihat lebih terang di antara bintang-bintang. Namun yang paling baik adalah orang alim yang juga ahli ibadah, atau alim dan amil.

Anggota badan hanya dipergunakan untuk kebajikan, untuk memperbanyak amar ma’ruf, untuk beribadah semata-mata kepada Allah, bukan untuk melakukan perbuatan yang tercela.  Itulah yang disebut “wudlu perbuatan.

Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhan-nya hendaklah dia berbuat kebaikan dan jangan mempersekutukan Tuhan-nya.

Bersuci sebelum Shalat adalah merupakan suatu proses pemurnian atau proses pemisahan, yaitu memurnikan atau memisahkan diri dari diri kita sendiri, dari keakuan kita, dari ego kita. 

Berarti juga menghindarkan diri dari hal-hal yang diharamkan, menjauhkan kemunkaran dan memperbanyak amar ma’ruf.

Dengan demikian bersuci merupakan suatu proses penyucian lahir dan batin, tidak hanya sekedar membasuh anggota badan dan panca indera saja, akan tetapi juga mempunyai makna haqiqi yang tersembunyi.

Ketika membersihkan tangan, berharap kepada Allah memiliki tangan yang suci dan bersih untuk melayani makhluk-Nya. Tangan yang terulur hanya untuk mengambil haknya.

Ketika berkumur, berharap bahwa mulut yang dibersihkan itu hanya digunakan untuk berdoa, mengagungkan Allah subhanahu wata’ala, membaca ayat-ayat-Nya dan berkata yang baik.

Ketika menghirup air ke dalam hidung, berharap akan mendapatkan nikmat mencium bau surga.  

Ketika membasuh wajah, berharap bahwa hanya kepada Allah wajah itu dihadapkan untuk menyembah dan memohon pertolongan.   

Ketika membasuh lengan, berharap bahwa tangan yang dibasuh itu hanya akan digerakkan untuk mencari ridha Allah.   

Ketika mengusap sebagian kepala, berharap akan ketetapan iman dan dihilangkan segala kesombongan.   

Ketika mengusap telinga, berharap bahwa amanah berupa alat pendengaran itu hanya digunakan untuk mendengarkan suara kebenaran.   

Dan ketika menyuci kaki, berharap kedua kaki yang dibasuh itu hanya akan melangkah kepada tempat-tempat yang di ridhai Allah subhanahu wata’ala.

Berwudhu merupakan hal yang mudah dilakukan, namun perlu keistiqamahan dalam implementasinya. Seorang hamba yang banyak berwudhu akan mudah dikenali Rasulullah Shalallahu'alaihi wassallam di hari kiamat nanti karena memiliki ciri khas tersendiri. ”Muka dan tangan kalian nanti di hari kiamat berkilauan bekas dari berwudhu.” (HR Muslim)

0 Response to "MAKNA WUDHU ( BERSUCI )"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak