Pengertian Tasawuf

Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wassallam, keluarga, dan para sahabatnya, serta pengikutnya yang selalu setia dan Istiqomah.

Tasawuf secara etimologis berasal dari kata bahasa arab, yaitu tashawwafa, Yatashawwafu, selain dari kata tersebut ada yang menjelaskan bahwa tasawuf berasal dari kata Shuf yang artinya bulu domba. 

Maksudnya adalah bahwa penganut tasawuf ini hidupnya sederhana, tetapi berhati mulia serta menjauhi pakaian sutra dan memaki kain dari bulu domba yang berbulu kasar atau yang disebut dengan kain wol kasar. Yang mana pada masa itu memaki kain wol kasar adalah symbol kesederhanaan.

Kata shuf tesebut tersebut juga diartikan dengan selembar bulu yang maksudnya para Sufi dihadapan Allah merasa dirinya hanya bagaikan selembar bulu yang terpisah dari kesatuannya yang tidak memiliki arti apa-apa.

Kata tasauwf juga berasal dari kata Shaff yang berarti barisan, makna kata shaff ini diartikan kepada para jamaah yang selalu berada pada barisan terdepan ketika shalat. Sebagaimana shalat yang berada pada barisan terdepan maka akan mendapat kemuliaan dan pahala. 

Maka dari itu, orang yang ketika shalat berada di barisan terdepan akan mendapatkan kemuliaan serta pahala dari Allah Subhanahu wata'ala.

Tasawuf juga berasal dari kata shafa yang berarti jernih, bersih, atau suci, makna tersebut sebagai nama dari mereka yang memiliki hati yang bersih atau suci. 

Maksudnya adalah bahwa mereka menyucikan dirinya dihadapan Allah Subhanahu wata'ala melalui latihan kerohanian yang amat dalam yaitu dengan melatih dirinya untuk menjauhi segala sifat yang kotor sehingga mencapai kebersihan dan kesucian pada hatinya.

Adapun yang mengatakan bahwa tasawuf berasal dari kata Shuffah yaitu serambi masjid nabawi yang ditempati sebagian sahabat Rasulullah. 

Makna tersebut dilatar belakangi oleh sekelompok sahabat yang hidup zuhud dan konsentrasi beribadah hanya kepada Allah ubhanahu wata'ala serta menimba ilmu bersama Rasulullah yang menghuni masjid Nabawi. 

Sekelompok sahabat tersebut adalah mereka yang ikut berpindah bersama Rasulullah dari Mekah ke Madinah dengan keadaan mereka kehilangan harta dan dalam keadaan miskin.

Sedangkan pengertian tasawuf secara terminologi terdapat banyak beberapa pendapat berbeda yang telah dinyatakan oleh beberapa ahli. 

Dibawah ini beberapa pendapat dari pendapat-pendapat para ahli tasawuf yang ada, yaitu sebagai berikut:

1. Syekh Abdul Qadir al-Jailani berpendapat tasawuf adalah mensucikan hati dan melepaskan nafsu dari pangkalnya dengan khalawt, riya-dloh, taubah dan ikhlas.

2. Al-Junaidi berpendapat bahwa tasawuf adalah kegiatan membersihkan hati dari yang mengganggu perasaan manusia , memadamkan kelemahan, menjauhi keinginan hawa nafsu, mendekati hal hal yang di ridhai Allah. 

Bergantung pada ilmu-ilmu hakikat, memberikan nasihat kepada semua orang, memegang dengan erat janji dengan Allah dalam hal hakikat serta mengikuti contoh Rasulullah dalam hal syari'at.

3. Syaikh Ibnu Ajibah menjelaskan tasawuf sebagai ilmu yang membawa seseorang agar bisa dekat bersama dengan Tuhan Yang Maha Esa melalui penyucian rohani dan mempermanisnya dengan amal-amal shaleh dan jalan tasawuf yang pertama dengan ilmu, yang kedua amal dan yang terakhirnya adalah karunia Ilahi.

4. H. M. Amin Syukur berpendapat bahwa tasawuf adalah latihan dengan kesungguhan (riya-dloh, mujahadah) untuk membersihkan hati, mempertinggi iman dan memeperdalam aspek kerohanian dalam rangka mendekatkan diri manusia kepada Allah sehingga segala perhatiannya hanya tertuju kepada Allah

Banyaknya pendapat tentang definisi tasawuf yang telah dirumuskan oleh para ahli menyebabkan sulitnya mendefinisikan tasawuf secara lengkap.

Maka untuk mengetahui apakah seseorang tersebut sufi atau sedang bertasawuf dapat di lihat dari beberapa ciri-ciri umum yang dikatakan oleh salah seorang peneliti tasawuf yaitu Abu Al-Wafa' Alganimi At-Taftazani dalam bukunya yang berjudul Madkhal Ila at Tasawwuf al-Islam yang
menyebutkan lima ciri-ciri umum tasawuf, yaitu :
  1. Memiliki nilai-nilai moral
  2. Pemenuhan fana (sirna) dalam realisasi mutlak
  3. Pengetahuan intuitif langsung
  4. Timbulnya rasa bahagia sebagai karunia Allah Subhanahu wata'ala dalam diri sufi karena sudah tercapainya maqamat atau yang biasa disebut maqam-aqam atau tingkatan, dan
  5. Penggunaan simbol pengungkapan yang biasanya mengandung pengertian harfiah dan tersirat.
Terlepas dari banyaknya pengertian tasawuf yang telah dinyatakan oleh para ahli tersebut, dalam beberapa pandangan. 

Secara umum tasawuf dapat diartikan sebagai salah satu upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk mensucikan diri dengan cara menjauhi pengaruh kehidupan yang bersifat kesenangan duniawi dan akan memusatkan seluruh perhatiannya kepada Allah.

Tasawuf juga dapat diartikan sebuah upaya yang dilakukan manusia untuk memperindah diri dengan akhlak yang bersumber pada agama dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. 

Selain itu tasawuf merupakan rasa kepercayaan terhadap Allah yang dapat mengarahkan jiwa manusia agar selalu tertuju pada semua kegiatan yang dapat menghubungkan dan mendekatkan manusia dengan Allah.

Tasawuf adalah sebuah ilmu Islam yang memfokuskan pada aspek spiritual dari Islam. Dilihat dari keterkaitannya dengan kemanusiaan. 

Tasawuf lebih menekankan pada aspek kerohanian dari pada aspek jasmani, dalam kaitannya dengan kehidupan manusia. 

Tasawuf lebih mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia namun tidak menghilangkan salah satunya, dan apabila di lihat kaitannya dengan pemahaman keagamaan tasawuf lebih menekankan pada aspek esoterik dibandingklan aspek eksoterik.

Tasawuf dijelaskan lebih menekankan kebutuhan rohani dalam berbagai aspek, karena para tokoh tasawuf lebih memepercayai keutamaan rohani dibandingkan dengan keutamaan jasad. 

Para tokoh tasawuf lebih mempercayai dunia spiritual dibandingkan dunia material. Para tokoh mempercayai bahwa dunia spiritual lebih lebih nyata dibandingkan dengan dunia jasmani, hingga segala yang menjadi tujuan akhir atau yang kita sebut Allah juga bersifat spiritual.

Sehingga para kaum sufi mengatakan bahwa Allah adalah satu-satunya yang sejati, dan hanya pada Allah mereka mengorientasikan seluruh jiwa mereka, karena hanya Allah buah kerinduan mereka dan hanya kepada Allah mereka akan kembali untuk selamanya.

Itulah sedikit pengertian dari Tasawuf. Terimakasih atas kunjunganya Semoga dapat menambah wawasan kita.

0 Response to "Pengertian Tasawuf"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak