Cara Setan Menyesatkan Manusia

Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wassallam, keluarga, dan para sahabatnya, serta pengikutnya yang selalu setia dan Istiqomah.

Ketika Allah Subhanahu wata'ala mengusir setan dari surga, ia pun bersumpah dengan nama Allah untuk menyesatkan manusia, kecuali bagi hamba-hamba yang ikhlas. 

Berbagai cara dan kiat akan dilakukan oleh setan untuk mengajak manusia menjadi penghuni neraka bersamanya. 

Berikut adalah cara-cara setan menyesatkan manusia:

1.Bisikan Jahat

Allah berfirman :

مِنۡ شَرِّ الۡوَسۡوَاسِ  ۙ الۡخَـنَّاسِ(٤) الَّذِىۡ يُوَسۡوِسُ فِىۡ صُدُوۡرِ النَّاسِۙ(٥) مِنَ الۡجِنَّةِ وَالنَّاسِ(٦)

”Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. Al-Nas: 4-6).

Waswas merupakan ajakan setan kepada manusia untuk mentaatinya melalui bisikan yang tidak terdengar, tetapi dapat dipahami oleh hati, atau bisikan suara lirih yang hanya didengar oleh orang yang dibisiknya. 

Manakala setan tidak henti-hentinya membisikkan bisikan jahatnya dan menekankan kepada orang yang dibisiki, maka lafazh was diulang dua kali sehingga berbunyi was-was, seperti lafazh kabkaba, qalqala, zalzala.

Setan mendatangi hati manusia dan membisikkan ke dalamnya apa saja yang ia kehendaki dan Allah telah memberikan akses menuju hati tersebut, karena setan berjalan di dalam diri manusia seperti darah mengalir. 

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassallam bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يـَبـْلُغُ مِنَ الإِنْسَانِ مَبـْلَغَ الدَّمِ ، وَإِنِّى خَشِ يتُ أَنْ يـَقْذِفَ فِى قـُلُوبِكُمَا شَيْئًا

”Sesungguhnya setan berjalan di dalam tubuh manusia seperti darah yang mengalir, aku khawatir ia akan membisikkan sesuatu ke dalam hati kalian.”

Jika setan menemukan hati yang lalai, maka ia akan menempel di hati itu dan menebarkan berbagai bisikan jahat yang merupakan dosa-dosa. Namun, jika seorang hamba ingat akan Rabbnya, maka setan akan menjauh.

Setan akan membisikkan bisikan jahatnya dalam segala hal. Ia masuk ke dalam hati manusia keraguan, dorongan hawa nafsu, peremehan dalam mentaati Allah dan perbuatan maksiat. 

Seorang mukmin adalah orang yang cerdas dan berakal, ia harus berhati-hati terhadap musuhnya. Dan musuh pertama yang harus diwaspadai adalah setan.

2. Memberikan Janji dan Angan-Angan

Jiwa manusia akan mengikuti orang yang memberikan janji dan angan-angan terhadap suatu yang disukainya, itulah salah satu trik setan dalam menyesatkan manusia. 

Allah berfirman:

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيْهِمْۗ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطٰنُ اِلَّا غُرُوْرًا

”Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.” (QS. An-Nisa: 120)

Ayat ini mengabarkan tentang kenyataan yang ada, karena sesungguhnya setan itu menjanjikan para walinya (pengikutnya) dan membangkitkan angan-angan mereka, bahwa merekalah orang-orang yang beruntung di dunia dan di akhirat.

Ibnu Qayyim mengatakan, ”janji setan adalah sesuatu yang menembus ke dalam hati manusia, seperti kata-katanya, umurmu akan panjang, kamu akan mendapatkan kenikmatan dunia, akan mengungguli teman-temanmu, menguasai musuhmu, dan dunia berputar pasti akan tiba saatnya menjadi milikmu, seperti orang lain pernah memilikinya.”

Begitulah setan memperpanjang harapannya dan menjanjikan sesuatu yang maha indah atas keberadaaanya dalam kemusyrikan dan perbuatan dosa, serta memberikan angan-angan dusta yang beraneka ragam.

3. Meminta Pertolongan Kepada Setan Dari Golongan Manusia

Jika ternyata setan tidak sanggup sendiri menguasai dan menyesatkan manusia, maka dia akan meminta bantuan kepada saudara- saudaranya dari golongan orang kafir untuk menguasai manusia ini. 

Ibnu Muflih berkata, ”Jika manusia tersebut selamat dari enam rintangan, maka dia akan terhenti di rintangan yang ke tujuh, dan tidak ada satu orangpun yang pasti selamat darinya. Sebab, kalaupun ada seseorang yang selamat darinya, niscaya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassallam pasti selamat darinya, yaitu penimpaan berbagai siksaan oleh musuh pembangkang.”

Berapa banyak manusia yang berusaha disesatkan oleh para setan dari golongan jin, namun mereka tidak mampu. 

Lalu mereka pun meminta bantuan kepada kawan-kawan mereka dari golongan manusia dengan cara menjadikannya memandang indah berbagai kemaksiatan, kemungkaran, bid’ah, dan khurafat, sehingga mereka menyesatkan dari jalan yang lurus. Dan terkadang itu dengan cara mengganggu, menghina, mengejek, dan melakukan penyiksaan.

Karena itu, berapa banyak pemuda yang berpegang teguh kepada agama Allah Subhanahu wata'ala, rajin melakukan shalat secara berjamaah, lalu datanglah setan-setan dari golongan manusia kepadanya dan menampakkan baik di hadapannya perbuatan begadang untuk menonton film, hura-hura, sehingga dia tidak bisa melaksanakan shalat subuh, dan lama-kelamaan meninggalkan shalat sama sekali. 

Malik bin Dinar pernah berkata, ”Sesungguhnya setan dari golongan manusia lebih berat bagiku dari pada setan dari golongan jin. Sebab, setan dari golongan jin jika aku berta’awudz, maka dia langsung menyingkir dariku. 

Sedangkan setan dari golongan manusia dapat mendatangiku untuk kemudian menyeretku melakukan berbagai kemaksiatan secara terang-terangan.

4. Mengajari Para Tukang Sihir dan Dukun

Untuk bisa menyesatkan banyak manusia, maka setan mengajari dua jenis manusia yang dengan perantaraan keduanya kekufuran dan syirik kepada Allah Subhanahu wata'ala bisa ditegakkan. Dan kedua jenis manusia tersebut, adalah:

1. Para Tukang Sihir

Yang demikian itu, karena setan mengetahui dampak sihir tehadap manusia dan kemampuannya untuk memecah-belah dan mencerai-beraikan kesatuan mereka. 

Karenanya, dia mengajari mereka ilmu sihir sehingga mereka menjadi kafir, menyesatkan orang-orang selain mereka, dan memecah-belah mereka. 

Allah Subhanahu wata'ala berfirman :

وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَ ۚ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰكِنَّ الشَّيٰطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَآ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ ۗ وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَآ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۗ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهٖ ۗ وَمَا هُمْ بِضَاۤرِّيْنَ بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَيَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ ۗ وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرٰىهُ مَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۗ وَلَبِئْسَ مَاشَرَوْا بِهٖٓ اَنْفُسَهُمْ ۗ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: ‘Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir’. Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 102)

Dalam ayat ini, Allah memberitahukan keadaan orang-orang Yahudi, dan bahwasanya ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wassallam mendatangi mereka untuk membenarkan kitab Taurat yang ada pada mereka, maka mereka pun meninggalkannya dan tidak mau mengamalkannya. 

Sebaliknya, mereka justru mengikuti apa yang telah dibacakan oleh para setan pada masa kerajaan Sulaiman Alaihi Sallam. 

Hal itu karena para setan di saat Nabi Sulaiman meninggal dunia, mereka mengeluarkan apa yang pernah ditulis oleh Ashif (seorang hamba Allah yang shalih pada masa Nabi Sulaiman Alaihi Sallam) dari bawah singgasana Sulaiman dan menulis dari setiap dua barisnya ilmu sihir dan kekufuran, lalu mereka berkata, ”Inilah yang pernah dilakukan oleh Sulaiman.” 

Lalu, mereka mengajari manusia ilmu sihir dan juga mengajari mereka ilmu sihir yang telah diturunkan kepada dua malaikat Harut dan Marut. Dan ini merupakan cobaan dari Allah sekaligus ujian bagi mereka.

Sihir ini bisa memisahkan antara seseorang dengan istrinya, mencerai-beraikan keluarga dan masyarakat. 

Jika memang demikian, maka dia tidak akan mendatangkan mudharat dan memberikan manfaat apapun. 

Dan barangsiapa yang mengambilnya maka tiadalah baginya keuntungan di dunia dan di akhirat. Karena, pelakunya menjadi kafir. Jadi para setan ini menginginkan manusia agar menjadi kafir.

Sedangkan kedua malaikat tersebut melarang manusia dan mengatakan kepada mereka ketika mengajarkan ilmu sihir, ”Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu).

2. Para Dukun

Mereka adalah orang-orang yang mengambil kabar dari jin yang mencuri pendengaran. Karena, jika mereka menyembah para setan dengan suatu bentuk ibadah, maka para setan itu pun akan membantu dan mengajari mereka sesuatu dari apa yang telah diputuskan oleh Allah Subhanahu wata'ala. 

Lalu, para dukun ini datang dan mengabari manusia dengan apa yang akan terjadi. Jika terjadi sesuatu dari apa yang dikatakannya tersebut, maka orang-orang bodoh pun membenarkan mereka dengan seluruh cerita-cerita mereka. 

Dan menyangka itu sebagai karamah dan bentuk mukasyafah lil ghaib (mengetahui hal-hal yang ghaib). 

Allah berfirman :

هَلۡ اُنَبِّئُكُمۡ عَلٰى مَنۡ تَنَزَّلُ الشَّيٰـطِيۡنُؕ‏(٢٢١) تَنَزَّلُ عَلٰى كُلِّ اَفَّاكٍ اَثِيۡمٍۙ‏(٢٢٢) يُّلۡقُوۡنَ السَّمۡعَ وَاَكۡثَرُهُمۡ كٰذِبُوۡنَؕ‏(٢٢٣)

Apakah akan aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. (QS. Al-Syu’ara: 221-223)

Setan-setan tidak akan membantu para dukun dan tukang sihir kecuali jika mereka telah menampakkan kekufuran kepada Allah Subhanahu wata'ala, seperti menyembelih untuk dipersembahkan, bersumpah dengan keagungan mereka, dan merendahkan mushaf. 

Maka ketika itu, para setan akan mengajarinya berita yang telah dicurinya. Lalu dukun ini pun akan mengabarkannya kepada orang-orang setelahmembuat kebohongan yang banyak. 

Sehingga orang-orang pun akan mempercayai setiap apa yang dia ucapkan. Jadi, para dukun tersebut sebagai duta-duta setan yang dia utus kepada kelompoknya dari golongan orang-orang musyrik. Dan dia serupakan dengan para rasul yang jujur.

0 Response to "Cara Setan Menyesatkan Manusia"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak