Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Shalat

Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wassallam, keluarga, dan para sahabatnya, serta pengikutnya yang selalu setia dan Istiqomah.

Shalat merupakan salah satu ibadah dalam Islam, yang didalamnya terdapat beberapa nilai-nilai pendidikan akhlak seperti ikhlas, rendah hati, disiplin, sabar, dan lain-lain. 

Shalat juga merupakan rukun Islam yang kedua setelah syahadat. Ia adalah ibadah yang tak boleh ditinggalkan kecuali jika hilang akal atau tidak sadar. 

Shalat merupakan ibadah yang paling urgen dalam Islam secara mutlak yang banyak sekali membantu dalam mengatasi problem-problem kejiwaan, dalam shalat manusia akan selalu ingat dan dekat dengan Allah Subhanahu wata'ala, manusia tidak akan terperosok dalam kemunkaran.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wata'ala dalam surat Al-Ankabut ayat 45, Surat Thahaa ayat 132, dan surat An nisa 103 sebagai berikut : 

1. Ada beberapa nilai pendidikan akhlak dalam shalat menurut Al-Qur’an Surat Al-Ankabut ayat 45, Surat Thaha ayat 132, Dan Surat An-Nisa’ ayat 103 yaitu: 

1. Shalat Mencegah dari Perbuatan keji dan Munkar, 
2. Shalat Melatih Kesabaran, 
3. Shalat membentuk kedisiplinan. 

2. Shalat yang dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar yaitu:

shalat yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh, dengan melengkapi syarat dan rukunnya serta melaksanakannya dengan penuh keikhlasan, kerendahan hati, dan kekhusyukan melalui memahami makna-makna yang terkandung baik dalam ucapan atau gerakan-gerakan di dalam shalat. 

Karena di dalam ucapan dan gerakan-gerakan shalat tersebut terdapat nilai-nilai akhlak yang tinggi, yang apabila kita menghayati dan memahaminya dalam shalat maka akan mampu mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar.

Dan yang paling penting dalam hal ini adalah menghadirkan hati dalam shalat. Karena tujuan shalat adalah untuk mengingat Allah. 

Jadi apabila seseorang yang shalat, tetapi hatinya berpaling dari Allah, maka Alah juga tidak akan memperhatikan shalat orang tersebut. 

Jadi tidak adanya pengaruh pada pelaku shalat untuk menjauhi perbuatan keji dan munkar, karena ia hanya melakukan shalat, tidak mendirikan shalat dalam arti hanya melakukan bentuk lahiriah shalat, dan melalaikan aspek yang terpenting dalam shalat yaitu bentuk batiniah shalat.

Akhlak merupakan suatu sifat yang penting bagi kehidupan manusia. Akhlak akan terbawa dalam kepribadian seseorang, baik sebagai individu, masyarakat, maupun sebagai bangsa. 

Sebab kejatuhan, kejayaan, kesejahteraan dan kerusakan suatu bangsa tergantung kepada bagaimana akhlaknya. 

Apabila akhlaknya baik, maka akan sejahtera lahir batinnya, tetapi apabila akhlaknya buruk, maka akan rusaklah lahir batinnya.

Oleh karena itu kita sebagai manusia berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai akhlak yang baik. Salah satunya dengan cara melaksanakan shalat. 

Sebab shalat merupakan sarana komunikasi secara langsung antara manusia dengan tuhannya, yang mana di dalam shalat terkandung makna-makna yang berhubungan dengan perilaku seseorang. 

Dengan shalat seseorang akan merasa tenang dan damai dalam hidupnya, karena shalat merupakan sarana untuk mengingat Allah Subhanahu wata'ala. 

Dan juga mendapat tempat bersandar yang kokoh dan kuat dan membebaskan diri dari berbagai bentuk guncangan dan gejolak jiwa serta gangguan mental.

Shalat merupakan salah satu ibadah dalam Islam, yang didalamnya terdapat beberapa nilai-nilai pendidikan akhlak seperti ikhlas, rendah hati, disiplin, sabar, dan lain-lain. 

Shalat juga merupakan rukun Islam yang kedua setelah syahadat. Ia adalah ibadah yang tak boleh ditinggalkan kecuali jika hilang akal atau tidak sadar. Shalat merupakan ibadah yang paling urgen dalam Islam secara mutlak. 

Bahkan ia merupakan induk dari berbagai ibadah karena ibadah selain shalat seperti zakat, puasa, dan haji terkadang kewajibannya gugur atas individu muslim dalam sebagian kondisi dikarenakan uzur atau sebab lainnya akan tetapi shalat tak pernah gugur dari seorang muslim yang sudah mukallaf (balig dan berakal) kecuali hilang akal atau tidak sadar.

Shalat memiliki sisi lahir dan sisi batin. Bentuk lahiriyah shalat adalah: gerakan-gerakan dalam shalat yang diawali dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam. 

Adapun bentuk batiniah shalat adalah ikhlas, kehadiran hati, berzikir kepada Allah Subhanahu wata'ala, memberi hormat kepada-Nya, bergantung kepada wujud yang abadi serta meleburkan diri dalam zat yang Maha Esa dan berdiri dihadapan keagungan dan kebesaran-Nya.

Shalat tidaklah semata-mata melaksanakan kewajiban yang diwajibkan oleh Allah Subhanahu wata'ala kepada manusia saja, tetapi lebih jauh dari itu, shalat merupakan penghubung langsung seorang hamba kepada Tuhan-Nya. 

Dengan menghadapkan hati kepada-Nya, hal ini akan mendatangkan keikhlasan dan kekhusyukan dengan meninggalkan sifat-sifat buruk yang ada dan tumbuh dalam diri manusia sehingga diperoleh rasa ketenangan dan ketentraman dalam hati manusia.

Shalat sebagai salah satu bentuk ibadah, yang banyak sekali membantu dalam mengatasi problem-problem kejiwaan, dalam shalat manusia akan selalu ingat dan dekat dengan Allah Subhanahu wata'ala, manusia tidak akan terperosok dalam kemunkaran. 

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wata'ala dalam surat Al-Ankabut ayat 45.

ุงُุชْู„ُ ู…َุงٓ ุงُูˆْุญِูŠَ ุงِู„َูŠْูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْูƒِุชٰุจِ ูˆَุงَู‚ِู…ِ ุงู„ุตَّู„ٰูˆุฉَۗ ุงِู†َّ ุงู„ุตَّู„ٰูˆุฉَ ุชَู†ْู‡ٰู‰ ุนَู†ِ ุงู„ْูَุญْุดَุงุۤกِ ูˆَุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ูۗˆَู„َุฐِูƒْุฑُ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุงَูƒْุจَุฑُ ูۗˆَุงู„ู„ّٰู‡ُ ูŠَุนْู„َู…ُ ู…َุง ุชَุตْู†َุนُูˆْู†َ

Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Q.S.Al-ankabut:45).

Dalam tafsir Al-Maraghi disebutkan bahwa inti dari ayat tersebut adalah kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat secara sempurna, seraya mengharapkan keridhaan-Nya dan kembali kepada-Nya dengan khusyu' dan merendahkan diri. 

Sebab, jika shalat dikerjakan secara demikian, maka shalat akan dapat mencegah dari berbuat kekejian dan kemunkaran. 

Karena shalat mengandung beberapa ibadah seperti takbir, berdiri dihadapan Allah Subhanahu wata'ala, ruku', sujud, dengan segenap kerendahan hati, serta pengagungan lantaran di dalam ucapan dan perbuatan shalat terdapat isyarat untuk meninggalkan kekejian dan kemunkaran.

Melihat keterangan di atas dapat dikatakan bahwa ibadah shalat mampu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. 

Akan tetapi fenomena yang terjadi sekarang ini menunjukkan bahwa, banyak orang yang
melaksanakan shalat, tetapi mereka juga melakukan maksiat. Dengan kata lain shalat yang mereka lakukan tidak memberi pengaruh apa-apa pada dirinya.

Tidak adanya pengaruh untuk dapat menjauhi berbagai perbuatan dan akhlak yang tercela dikarenakan adanya berbagai rintangan yang menghalangi pengaruh tersebut. 

Oleh karena itu, tatkala shalat yang senantiasa dikerjakan oleh seseorang tidak memberikan pengaruh dan hasil, maka tidak diragukan lagi bahwa dalam diri si pelaku shalat masih banyak terdapat berbagai halangan dan rintangan yang merusak pengaruh shalat seperti, tidak adanya keikhlasan dan kehadiran hati serta menganggap ringan dan meremehkan shalat.

Dengan demikian, maka shalat yang hanya memiliki bentuk lahiriyah saja dan tidak memiliki roh tidak akan memberikan suatu pengaruh apapun pada si pelaku shalat. 

Oleh karena itu bila bentuk lahiriahnya saja yang didirikan maka shalat tidak akan memberikan semangat kepada pendirinya untuk mendorong kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, dan bahkan Allah Subhanahu wata'ala, tidak menerima dan memperhatikan shalat semacam itu. 

Hal ini sebagaimana yang disabdakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam, Allah Subhanahu wata'ala tidak memperhatikan shalat yang dilakukan oleh seseorang tanpa menghadirkan hati dan badannya dalam shalat.

Dengan melihat konteks di atas, maka pengetahuan tentang ibadah shalat, termasuk nilai-nilai pendidikan akhlak di dalamnya menjadi sangat penting bagi seseorang yang akan mengantarkan kepada kepribadian muslimsejati dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat

0 Response to "Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Shalat"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak