Akar dan Sumber dari Kejelekan

Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa ta’ala, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dari-Nya, dan meminta ampunan-Nya. Kita berlindung kepada-Nya dari keburukan-keburukan jiwa kita, dan kejelekan-kejelekan perbuatan kita. 

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah atas diri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarganya, para sahabatnya, dan orang orang yang setia meniti jalan petunjuknya hingga hari kiamat.

Setiap umat Islam diperintahkan untuk senantiasa melakukan perbuatan yang menghasilkan amalan saleh, perbuatan yang disukai dan diridhoi Allah.

Sebagai seorang muslim, penting untuk mengetahui bahwa akhlak adalah salah satu hal yang harus diperhatikan terutama dalam kehidupan bermasyarakat. 

Ingatlah, setan akan terus menggoda manusia. Waspadalah selalu, jadikan akidah sebagai benteng, amal saleh sebagai perhiasan keseharian, dan zikir sebagai napas kehidupan.

Akhlak terbagi menjadi dua jenis yaitu akhlakul karimah atau akhlak terpuji dan akhlakul mazmumah atau akhlak tercela.

Adakah perbuatan buruk yang apabila dilakukan sekali akan mengundang seseorang untuk melakukannya kembali? Jawabannya adalah tentu saja itu ada. 

Perbuatan tersebut biasa dikenal dengan berbohong. Sekali saja mengatakan kebohongan, maka keterangan selanjutnya adalah kebohongan juga. Perbuatan tersebut mempercepat koleksi kejelekan dan kejahatan dalam catatan amal seseorang.

Cecil G. Osborne dalam bukunya “The arts of getting along with people” menjelaskan bahwa orang yang terbiasa berbohong tidak akan sadar bahwa ia berbohong. 

Hukuman bagi pembohong adalah bahwa akhirnya mereka tidak dapat membedakan kebenaran dengan kesalahan dan percaya pada kebohongan mereka sendiri.

Imam Al Mawardi mengungkapkan dalam kitab Adabu Dunya Waddin:

الكذب جماع كل شر وأصل كل ذم لسوء عواقبه وخبث نتائجه

“Kebohongan adalah sumber dan akar dari segala kejahatan dan kejelekan karena dampak buruk dan keji yang ditimbulkannya.”

Keterangan tersebut mengingatkan bahwa kebohongan adalah penyakit yang berbahaya dalam kehidupan individu dan sosial. 

Jika sekali menyebarkan berita yang bohong (hoaks), maka yang terjadia adalah keresahan yang hebat dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga timbullah rasa saling membenci antar sesama hanya karena beda persepsi.

Apabila perbuatan tersebut sudah merajalela ke dalam tubuh masyarakat, maka hilanglah rasa senang dan keakraban antara anggota-anggotanya. 

Mengingat dampaknya yang sangat negatif dan membahayakan masyarakat, maka Islam melarang berbohong dan menganggap perbuatan ini sebagai perbuatan dosa besar.

Nabi berwasiat kepada umat Islam untuk membuang jauh-jauh sifat pembohong, karena perbuatan tersebut mengantarkan manusia ke jurang neraka yang menakutkan. Sabda Rasululah dalam hadisnya:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَ يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

“Dari ‘Abdullah ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Hendaklah kalian jujur! Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Seseorang terus menerus jujur dan membiasakan kejujuran sehingga pada akhirnya ia akan dicatat disi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhi kebohongan! Sesungguhnya kebohongan akan mengantarkan kepada dosa dan dosa akan menjerumuskan ke dalam neraka. Seseorang terus menerus berbohong dan membiasakan kebohongan sehingga pada akhirnya ia akan dicatat disi Allah sebagai seorang pembohong.(HR. Muslim). 

Hadis di atas menunjukkan bahwa kejujuran adalah induk dari kebaikan, sebaliknya kebohongan adalah induk dari keburukan

Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. 

Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. 

Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).” 

Kejujuran adalah pintu gerbang dari semua kebaikan. Sementara kebaikan adalah jalan menuju ketenangan hidup. 

Sebaliknya kebohongan akan mendatangkan kegelisahan jiwa dan menjerumuskan ke dalam perbuatan dosa. 

Berusahalah untuk selalu jujur dalam setiap perkataan dan perbuatan, meskipun akibatnya akan terasa sangat pahit. 

Jangan pernah mencoba untuk berbohong walau sekali, karena sekali engkau berbohong akan susah untuk melepaskan diri darinya. 

Satu kebohongan akan diikuti oleh kebohongan yang berikutnya untuk menutupi kebohongan yang pertama.

Kejujuran akan memberikan manfaat, baik kepada orang yang jujur itu sendiri maupun kepada orang lain. 

Bagi orang yang jujur, hatinya akan menjadi tenang karena tidak ada yang perlu disembunyikan dan tidak ada kekhawatiran akan diketahui oleh orang lain.

Orang yang jujur juga akan senantiasa menularkan energi positif  kepada orang-orang yang ada di sekitarnya. 

Oleh karena itulah, Allah Subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada orang yang bertaqwa agar senantiasa bersama dengan orang-orang yang jujur sebagaimana yang difirmankan dalam QS at-Taubah ayat 119,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

 “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan bersamalah orang-orang yang jujur”.

Dalam ayat di atas, AllahSubhanahu wa ta'ala memerintahkan dua hal kepada orang-orang yang beriman, yaitu: bertakwa dan bersama orang-orang yang jujur. 

Hal ini menjadi indikasi bahwa ketakwaan yang ada di dalam hati akan melahirkan kejujuran pada ucapan dan perbuatan.

Kalau kejujuran mendatangkan ketenangan jiwa dan ketenteraman batin, maka sebaliknya kebohongan akan mendatangkan kegelisahan karena adanya ketakutan apabila yang disembunyikan akan diketahui oleh orang lain. 

Terkadang demi menutupi satu kebohongan, maka akan melakukan kebohongan yang berikutnya sehingga pada akhirnya akan semakin susah untuk keluar dari kebohongan.

Maka demi ketenangan hidup di dunia dan keselamatan hidup di akhirat, senantiasalah berkata dan berlaku jujur dan hindarilah kebohongan dengan sekuat tenaga. Semoga bermanfaat. Terima Kasih atas kunjungannya.


0 Response to " Akar dan Sumber dari Kejelekan"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak