Hakekat Dari Ujian Allah

 فَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِّنَّا قَالَ إِنَّمَ أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ ۚ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

"Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku". Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui"
( QS_Az_Zumar 49 )

"Apabila manusia ditimpa bahaya, ia berdoa kepada Kami. Kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami, ia berkata, "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kebijaksanaanku." Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."

Tafsir:

Ayat ini menjelaskan tentang sikap manusia yang sering lalai dan lupa kepada Allah Subhanahu wata'ala Ketika ditimpa musibah, manusia akan segera berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wata'ala. 

Namun, ketika Allah Subhanahu wata'ala memberikan nikmat berupa kebahagiaan dan kemudahan, manusia sering lupa dan menganggap bahwa nikmat tersebut diperoleh karena kemampuan atau kepandaiannya sendiri.

Allah Subhanahu wata'ala berfirman bahwa nikmat yang diberikan kepada manusia adalah ujian dari-Nya. Ujian tersebut bertujuan untuk menguji keimanan dan ketakwaan manusia. Apakah manusia akan bersyukur dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata'ala, ataukah akan kufur dan sombong.

Sayangnya, kebanyakan manusia tidak mengetahui hakikat dari ujian tersebut. Mereka menganggap bahwa nikmat yang mereka peroleh adalah semata-mata karena kemampuan atau kepandaiannya sendiri. Hal ini menyebabkan mereka menjadi sombong dan lupa kepada Allah Subhanahu wata'ala.

Pelajaran:

Ayat ini mengajarkan kepada kita untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Kita juga harus menyadari bahwa nikmat tersebut adalah ujian dari Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berhati-hati dan menjaga sikap kita agar tidak terjerumus dalam kesombongan.

Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wata'ala 

1. Selalu ingat nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada kita, baik nikmat yang besar maupun nikmat yang kecil.

2. Memperbanyak ibadah dan amalan shalih.

4. Bersedekah kepada orang yang membutuhkan.

5. Membantu orang lain yang sedang kesusahan.

Semoga kita semua dapat menjadi hamba yang selalu bersyukur dan tidak terjerumus dalam kesombongan.

0 Response to "Hakekat Dari Ujian Allah"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak