Sour Grapes Syndrome

Ketika melihat orang yang sudah berhasil dan Lo mengatakan dengan kata" yang seolah-olah mencemoohnya sedangkan LO masih berada di titik bawah

Itu namanya sour grapes syndrome atau dalam bahasa Indonesia sering disebut “iri dengki yang disamarkan jadi sindiran”.

Orang yang masih di bawah tapi sudah sibuk nyinyir ke orang yang sudah naik, biasanya pakai kalimat-kalimat seperti:

- “Ah paling juga cuma hoki doang”  

- “Duitnya dari orang tua / sugar daddy / warisan”  

- “Kerjaannya gitu doang kok bisa kaya, gampang banget ya hidupnya”  

- “Sombong amat sih sekarang, dulu kan biasa aja”  

- “Pasti ada yang dikorbankan / main curang”  

Padahal dalam hati: sakit banget ngeliatnya.

Itu mekanisme pertahanan ego. Daripada ngaku “aku belum bisa sampe situ”, lebih gampang ngerendahin pencapaian orang lain supaya secara psikologis “jaraknya nggak terlalu jauh”. Biar nggak terlalu nyeri harga dirinya.

Orang yang beneran percaya diri dan sudah damai sama prosesnya, biasanya malah diam atau ngasih selamat tulus, meskipun dia sendiri masih jauh di bawah. Karena dia tahu: membenci atau mencemooh orang sukses itu nggak bikin dia naik satu senti pun.

Jadi kalau suatu saat Lo mendadak kepancing buat nyinyir pas ngeliat orang yang “dulu segapapa” sama Lo sekarang sudah jauh di atas, tanya ke diri sendiri satu hal:

“Ini aku lagi ngomong fakta, atau aku lagi ngobatin luka hati aku yang nggak sanggup ngaku masih stuck?”

Kalau jawabannya yang kedua, lebih baik diem, tepuk dada, balik fokus ke jalan sendiri. Karena nyinyiran itu cuma buang-buang energi yang seharusnya Lo pakai buat naik.

Orang yang beneran mau naik, sibuk improve.  

Orang yang cuma mau merasa “tetep oke meski nggak naik”, sibuk nyinyir.

Pilih mana? 😌

Contoh nyata sour grapes syndrome

Berikut beberapa contoh nyata sour grapes syndrome yang sering banget kita temui di kehidupan sehari-hari (pasti pernah denger atau bahkan tanpa sadar pernah ngomong sendiri):

1. Temen yang gagal CPNS / masuk PTN favorit 

   Orang lain lulus CPNS atau masuk UI/ITB lewat SNBT.  

   Responsnya: “Ah paling juga nanti kerjanya di kantor doang, gaji kecil, birokrasi ribet. Mending bisnis aja kayak aku.”  

   (Padahal setahun sebelumnya dia sendiri yang nangis-nangis pengen banget jadi PNS)

2. Temen yang beli mobil baru / rumah 

   “Wah mobilnya bagus ya!”  

   Balasan: “Leasing bro, cicilannya pasti bikin miskin. Aku sih mending nabung daripada pamer.”  

   (Padahal dia sendiri tiap hari buka OLX mobil, cuma dompetnya belum nyampe)

3. Orang yang berhasil diet / punya body goals

   “Duh kurus banget sekarang, kayak tiang listrik!”  

   atau  

   “Pasti pake obat pelangsing / operasi / suntik-suntikan. Gak natural!”  

   (Padahal dia sendiri tiap Senin selalu bilang “besok mulai diet lagi”)

4. Temen yang nikah sama orang kaya / cantik / ganteng

   “Cantik sih, tapi matre.”  

   “Ganteng sih, tapi playboy.”  

   “Kaya sih, tapi pelit / sombong / genit.”  

Pokoknya selalu ada “tapi”-nya biar pasangannya nggak keliatan terlalu perfect.

5. Yang klasik abis: orang miskin ngejek orang kaya  

“Orang kaya itu pelit, boros, nggak bahagia, keluarganya berantakan, anaknya nakal.”  

(Sambil dalam hati: ya Tuhan kapan giliran aku…)

6. Di dunia kerja 

Temen lo dipromosikan jadi manager muda.  

“Ah paling deket sama bos / jilat-jilat / kebetulan aja proyeknya sukses.”  

Padahal dia sendiri nggak pernah masuk kantor tepat waktu.

Intinya: kalau sesuatu yang kita inginkan banget jatuh ke tangan orang lain, otak kita otomatis cari alasan buat ngerendahin itu supaya kita nggak terlalu sakit hati.

Makanya orang bijak bilang:  

“The best cure for sour grapes is to keep walking toward the vineyard.”  

Artinya: daripada nyinyir anggur orang yang di atas pohon karena kita nggak bisa nyampe, mending cari tangga atau tanam pohon anggur sendiri.

Sour grapes itu manusiawi, tapi kalau keseringan, lama-lama jadi racun buat diri sendiri. 😌

Cara mengatasi sour grapes syndrome

Cara paling ampuh mengatasi sour grapes syndrome adalah berhenti bohong ke diri sendiri dan mulai jujur sama perasaan + bertanggung jawab penuh atas posisi lo sekarang. Berikut langkah-langkah praktis yang benar-benar works (bukan sekadar motivasi doang):

1. Akui dulu perasaan irinya (tanpa malu)

   Pas lo lagi kepancing nyinyir, langsung bilang dalam hati:  

“Aku lagi iri banget nih. Aku pengen banget yang dia punya.”  

Mengakui iri itu bukan kelemahan, justru langkah pertama keluar dari racun sour grapes. Orang yang nggak pernah ngaku iri, selamanya bakal nyinyir.

2. Tanya 3 pertanyaan brutal ini (tiap kali mau nyinyir)

- Apa yang dia lakukan yang aku belum lakukan?  

- Apa yang aku lakukan yang sebenarnya bikin aku stuck di sini?  

- Kalau aku berada di posisi dia, apa aku juga bakal dicela kayak gini?  

Biasanya jawaban pertanyaan ini bikin lo langsung diem dan malu sendiri.

3. Ubah “nyinyir” jadi “ngintip resep” 

   Alih-alih ngerendahin, tanya:  

   “Gimana caranya dia bisa sampe situ?”  

Orang sukses biasanya malah seneng cerita kalau ditanya dengan tulus. Jadi ubah energi iri jadi energi belajar.

4. Praktik “selamat tulus” minimal 7 hari berturut-turut

Tiap ada orang yang berhasil (apalagi yang lo benciin), paksa diri lo ngucapin selamat dengan tulus (bisa lewat chat atau langsung).  

Awalnya perih banget, tapi otak lo lama-lama bakal terbiasa dan irinya pelan-pelan mati.

5. Buat “jealousy list”, lalu ubah jadi “target list”

Tulis semua hal yang bikin lo iri (mobil, jabatan, body, pasangan, followers, dll).  

 Di kolom sebelahnya tulis:  

- Langkah konkret apa yang harus aku ambil dalam 30 hari ke depan biar mendekati itu?  

Setiap iri muncul, buka list itu lagi. Iri jadi bahan bakar, bukan racun.

6. Kurangi paparan yang bikin lo toxic compare

Unfollow/mute akun-akun yang selalu bikin lo pengen nyinyir (bukan karena mereka jahat, tapi karena lo belum siap). Ganti timeline lo dengan orang-orang yang 1-2 langkah di atas lo (bukan 100 langkah), biar termotivasi, bukan terintimidasi.

7. Rayakan kemenangan kecil lo sendiri setiap hari

   Tiap malam tulis 3 hal yang lo lakukan hari ini yang mendekatkan lo ke tujuan (bangun pagi, ngerjain task, olahraga, nabung, dll). Ini bikin lo sadar bahwa lo juga lagi naik, meski pelan.

8. Ingat kalimat ini tiap mau buka mulut nyinyir:

   “Orang lain sukses itu bukti bahwa itu mungkin. Bukan bukti bahwa aku gagal.”

Kalau lo konsisten lakuin 1-2 poin di atas selama 30 hari, sour grapes lo bakal berkurang 70-80%. Sisanya tinggal butuh waktu dan konsistensi.

Iri itu normal.  

Yang nggak normal adalah membiarkan iri itu menguasai lidah dan pikiran lo, sampai lo lupa jalan sendiri.

Mau berhenti nyinyir?  

Mulai dari berhenti bohong ke diri sendiri hari ini juga. πŸ’ͺ

Lo bisa. Serius.

0 Response to "Sour Grapes Syndrome"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak