Mengelola Emosi
Iri hati (envy) adalah emosi yang sangat manusiawi, tapi kalau dibiarkan bisa merusak kebahagiaan dan hubungan kita.Berikut cara praktis dan efektif untuk mengelola emosi iri, khususnya dalam konteks orang Indonesia yang sering “sungkan” mengakui perasaan ini:
1. Akui tanpa menghakimi diri sendiri
- Bilang dalam hati: “Aku lagi iri sama dia, dan itu wajar.”
- Jangan langsung bilang “aku orang jahat” atau “aku nggak bersyukur”. Mengakui adalah langkah pertama untuk mengendalikan.
2. Ubah iri jadi “inspirasi” atau “data”
- Tanya diri sendiri:
- “Apa sih yang sebenarnya aku inginkan dari apa yang dia punya?” (bukan orangnya, tapi barang/momen/prestasinya)
- “Apa yang sudah dia lakukan untuk sampai di situ?” → Ini bisa jadi inspirasi atau peta jalan buat kamu.
Contoh: Iri temen liburan ke Eropa → bukan iri orangnya, tapi kamu pengen travelling juga. Tulis rencana nabung atau cari tiket murah.
3. Praktik “bersyukur spesifik” (bukan cuma umum)
- Setiap kali iri muncul, paksa diri sebutin 3 hal spesifik yang kamu miliki dan orang itu belum tentu punya.
Contoh: “Dia punya mobil mewah, tapi aku punya keluarga yang utuh, punya waktu luang, punya kesehatan mental yang lebih baik.”
4. Batasi paparan (tapi jangan ghosting)
- Kalau lagi lemah, mute sementara story IG/tiktok orang yang bikin iri (bukan unfollow kasar).
- Ganti dengan konten yang menginspirasi atau netral (misal akun resep masakan, tanaman, dll).
5. Gunakan teknik “self-compassion”
- Bayangin temen baikmu cerita dia iri sama orang lain. Apa yang akan kamu bilang ke dia?
- Bilang kalimat yang sama ke diri sendiri. Contoh:
“Wajar kok kamu iri, semua orang juga pernah. Kamu lagi capek, nanti juga reda.”
6. Alihkan energi iri jadi aksi kecil
- Iri temen punya badan bagus → daftar gym hari ini juga, atau jalan kaki 30 menit.
- Iri temen dapet promosi → update CV malam ini atau belajar skill baru 15 menit sehari.
7. Jangan “bandingkan chapter 20 orang lain dengan chapter 5 kamu”
- Ingatkan diri: apa yang kamu lihat di medsos cuma highlight reel, bukan behind the scenes (utang, stres, masalah rumah tangga, dll).
8. Kalau sudah kronis & bikin dendam
- Tulis surat (nggak usah dikirim) kepada orang yang bikin iri → curhat semua perasaanmu di kertas, lalu bakar/musnahkan.
- Atau curhat ke orang ketiga yang netral (teman dekat/psikolog).
Kalimat penutup yang bisa kamu ulang-ulang:
“Aku nggak harus punya apa yang dia punya untuk bahagia. Jalanku beda, waktuku beda, dan itu oke.”
Kalau kamu lagi iri sama hal spesifik sekarang, boleh cerita (tanpa nama orangnya juga gapapa), aku bantu ubah perspektifnya biar lebih ringan. Kamu nggak sendiri kok. ❤️

0 Response to "Mengelola Emosi"
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar Dengan Bijak