Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir Setelah Salat: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir Setelah Salat: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir Setelah Salat: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Bismillahirrahmanirrahim.

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarga, para sahabat, serta umat beliau yang istiqamah mengikuti petunjuknya hingga akhir zaman.

Bacaan tasbih, tahmid, dan takbir merupakan kalimat zikir yang dianjurkan dalam Islam. Ketiganya sering diamalkan setelah salat fardu sebagai bentuk mengingat Allah, menyucikan-Nya dari segala kekurangan, memuji kebesaran-Nya, dan meneguhkan kesadaran bahwa hanya Allah yang Mahabesar.

Bacaan tasbih berbunyi Subhanallah, tahmid berbunyi Alhamdulillah, dan takbir berbunyi Allahu Akbar. Kalimat-kalimat ini singkat dan mudah diucapkan, tetapi memiliki makna yang mendalam serta keutamaan yang dijelaskan dalam sejumlah hadis Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Salah satu amalan yang dikenal luas adalah membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali setelah salat, kemudian menyempurnakannya dengan bacaan tahlil tertentu. Amalan ini disebutkan dalam hadis sahih dan menjadi salah satu bentuk zikir yang dapat diamalkan secara rutin.

Lalu, bagaimana tulisan Arab, latin, dan arti bacaan tasbih, tahmid, serta takbir? Bagaimana tata cara membacanya setelah salat? Apa saja keutamaannya menurut hadis? Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Daftar Isi

  1. Pengertian tasbih, tahmid, dan takbir
  2. Bacaan tasbih, tahmid, dan takbir: Arab, latin, dan arti
  3. Bacaan tasbih, tahmid, dan takbir setelah salat
  4. Keutamaan bacaan tasbih, tahmid, dan takbir
  5. Cara mengamalkan zikir dengan baik
  6. Pertanyaan umum seputar tasbih, tahmid, dan takbir
  7. Rangkuman dan kesimpulan

Pengertian Tasbih, Tahmid, dan Takbir

Tasbih, tahmid, dan takbir termasuk kalimat zikir yang mengandung pujian serta pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Meskipun sering disebut secara bersamaan, setiap kalimat memiliki makna yang berbeda.

1. Tasbih: menyucikan Allah

Tasbih adalah zikir untuk menyucikan Allah dari segala kekurangan dan sifat yang tidak layak bagi keagungan-Nya. Bacaan tasbih yang paling dikenal adalah Subhanallah.

Ketika mengucapkan tasbih, seorang Muslim mengakui bahwa Allah Mahasuci dari segala kelemahan, ketidakadilan, dan kekurangan. Zikir ini juga mengingatkan manusia bahwa kesempurnaan mutlak hanya milik Allah.

2. Tahmid: memuji Allah

Tahmid adalah ungkapan pujian kepada Allah. Kalimat yang digunakan adalah Alhamdulillah, yang berarti segala puji bagi Allah.

Tahmid mengajarkan seorang Muslim untuk bersyukur atas berbagai nikmat, baik berupa kesehatan, kesempatan beribadah, keluarga, ilmu, maupun rezeki. Bahkan ketika menghadapi kesulitan, seorang Muslim tetap dapat memuji Allah sembari berusaha dan memohon pertolongan-Nya.

3. Takbir: mengagungkan Allah

Takbir adalah ungkapan untuk mengagungkan Allah melalui kalimat Allahu Akbar, yang berarti Allah Mahabesar.

Kalimat ini mengingatkan bahwa kebesaran Allah melampaui segala sesuatu. Bagi seorang Muslim, takbir juga menjadi pengingat agar tidak menjadikan harta, jabatan, popularitas, atau persoalan dunia sebagai sesuatu yang lebih besar daripada ketaatan kepada Allah.

Inti dari ketiga zikir: tasbih menyucikan Allah, tahmid memuji Allah, dan takbir mengagungkan Allah. Ketiganya membantu seorang Muslim menjaga ingatan kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir: Arab, Latin, dan Artinya

Berikut bacaan dasar tasbih, tahmid, dan takbir yang dapat dipelajari dan diamalkan dalam zikir sehari-hari.

1. Bacaan tasbih

Tulisan Arab:

سُبْحَانَ اللَّهِ

Latin: Subhanallah.

Artinya: Mahasuci Allah.

Bacaan tasbih merupakan ungkapan penyucian Allah dari segala kekurangan. Kalimat ini dapat dibaca setelah salat, ketika berzikir, atau pada kesempatan lain yang sesuai dengan tuntunan agama.

2. Bacaan tahmid

Tulisan Arab:

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Latin: Alhamdulillah.

Artinya: Segala puji bagi Allah.

Tahmid mengajarkan pentingnya bersyukur dan mengakui bahwa segala nikmat pada hakikatnya berasal dari Allah. Membaca tahmid juga membantu menumbuhkan sikap rendah hati dan tidak mudah mengeluh.

3. Bacaan takbir

Tulisan Arab:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Allahu Akbar.

Artinya: Allah Mahabesar.

Takbir merupakan kalimat pengagungan kepada Allah. Kalimat ini dikenal dalam berbagai ibadah, termasuk salat dan zikir, serta sering diucapkan oleh umat Islam dalam berbagai kesempatan yang sesuai dengan tuntunan syariat.

4. Bacaan gabungan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir

Keempat kalimat berikut sering dirangkai dalam zikir:

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar.

Artinya: Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Mahabesar.

Kalimat La ilaha illallah disebut tahlil. Maknanya menegaskan tauhid, yaitu bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Dengan demikian, rangkaian tersebut mencakup tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir.

Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir Setelah Salat

Salah satu amalan zikir setelah salat fardu yang diriwayatkan dalam hadis sahih adalah membaca tasbih sebanyak 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali. Setelah itu, jumlahnya disempurnakan menjadi seratus dengan bacaan tahlil tertentu.

Dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan zikir setelah salat dengan susunan tersebut.

1. Membaca tasbih 33 kali

سُبْحَانَ اللَّهِ

Latin: Subhanallah.

Arti: Mahasuci Allah.

Bacalah sebanyak 33 kali setelah menyelesaikan salat fardu.

2. Membaca tahmid 33 kali

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Latin: Alhamdulillah.

Arti: Segala puji bagi Allah.

Bacalah sebanyak 33 kali sebagai ungkapan pujian dan rasa syukur kepada Allah.

3. Membaca takbir 33 kali

اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Allahu Akbar.

Arti: Allah Mahabesar.

Bacalah sebanyak 33 kali. Dengan demikian, jumlah tasbih, tahmid, dan takbir menjadi 99 kali.

4. Menyempurnakan hitungan menjadi seratus dengan tahlil

Setelah membaca tiga kalimat di atas, bacalah kalimat berikut satu kali:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir.

Artinya: Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Rangkaian zikir ini disebutkan dalam hadis riwayat Muslim no. 597 dalam penomoran yang umum digunakan. Hadis tersebut menjelaskan bahwa orang yang mengamalkannya setelah salat akan diampuni kesalahannya, meskipun sebanyak buih di lautan.

Dalam sejumlah riwayat lain terdapat variasi susunan atau jumlah zikir setelah salat. Karena itu, seorang Muslim dapat mempelajari beberapa bentuk zikir yang sahih dan mengamalkannya sesuai tuntunan yang diketahui.

Dzikir setelah salat bukan sekadar menghitung bacaan. Usahakan pula memahami maknanya agar tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil membantu menguatkan keimanan serta rasa syukur kepada Allah.

Keutamaan Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir

Banyak hadis menjelaskan keutamaan zikir. Berikut beberapa keutamaan yang memiliki dasar riwayat, beserta penjelasan agar maknanya dapat dipahami dengan tepat.

1. Menjadi sebab diampuninya dosa

Salah satu keutamaan zikir yang disebutkan secara khusus dalam hadis adalah pengampunan dosa bagi orang yang membaca Subhanallahi wa bihamdihi sebanyak seratus kali dalam sehari.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa mengucapkan Subhanallahi wa bihamdihi seratus kali dalam sehari, dosa-dosanya akan dihapuskan meskipun sebanyak buih di lautan.”

(HR. Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)

Bacaan Arab:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhanallahi wa bihamdihi.

Artinya: Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya.

Perlu diperhatikan bahwa hadis ini menyebut bacaan khusus Subhanallahi wa bihamdihi sebanyak seratus kali. Karena itu, keutamaan yang disebutkan dalam hadis tersebut tidak seharusnya dipindahkan begitu saja kepada setiap bacaan zikir dengan jumlah berbeda.

Pengampunan dosa juga tidak boleh dijadikan alasan untuk meremehkan kewajiban, mengulangi perbuatan maksiat dengan sengaja, atau mengabaikan hak orang lain. Seorang Muslim tetap perlu bertobat, memperbaiki diri, dan menunaikan hak yang menjadi tanggung jawabnya.

2. Termasuk kalimat yang dicintai Allah

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan bahwa ada empat kalimat yang sangat dicintai Allah, yaitu tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir.

“Ucapan yang paling dicintai Allah ada empat: Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, dan Allahu Akbar. Tidak mengapa engkau memulai dengan kalimat mana pun di antaranya.”

(HR. Muslim, dari Samurah bin Jundub radhiyallahu 'anhu)

Hadis ini menunjukkan kemuliaan empat kalimat tersebut. Seorang Muslim dapat memperbanyak zikir dengan kalimat-kalimat itu dalam kesempatan yang sesuai, tanpa harus menganggap bahwa setiap susunan selalu memiliki aturan jumlah yang sama.

Kalimat-kalimat ini juga membantu membangun kebiasaan mengingat Allah. Ketika seseorang membacanya dengan penuh kesadaran, ia diingatkan untuk memuji Allah, menyucikan-Nya, mengakui keesaan-Nya, dan mengagungkan kebesaran-Nya.

3. Ringan diucapkan, tetapi berat dalam timbangan amal

Di antara hadis yang sangat dikenal tentang keutamaan zikir adalah sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai dua kalimat yang ringan diucapkan, tetapi berat dalam timbangan amal.

“Dua kalimat yang dicintai Ar-Rahman, ringan di lisan dan berat dalam timbangan: Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil 'azhim.”

(HR. Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)

Bacaan pertama:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhanallahi wa bihamdihi.

Bacaan kedua:

سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Latin: Subhanallahil 'azhim.

Arti bacaan kedua: Mahasuci Allah Yang Mahaagung.

Hadis ini mengajarkan bahwa amal yang mudah dilakukan belum tentu kecil nilainya di sisi Allah. Zikir dapat menjadi amalan yang ringan secara fisik, tetapi besar keutamaannya apabila dilakukan sesuai tuntunan dan dengan hati yang mengingat Allah.

4. Termasuk al-baqiyat ash-shalihat

Istilah al-baqiyat ash-shalihat secara umum berarti amal-amal saleh yang kekal. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, sejumlah kalimat zikir disebut sebagai bagian dari amalan saleh tersebut.

Di antaranya adalah:

  • La ilaha illallah — tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah.
  • Subhanallah — Mahasuci Allah.
  • Alhamdulillah — segala puji bagi Allah.
  • Allahu Akbar — Allah Mahabesar.
  • La haula wa la quwwata illa billah — tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

Riwayat mengenai kalimat-kalimat ini antara lain disebutkan oleh An-Nasa'i dan dinilai sahih oleh sejumlah ulama hadis. Kalimat-kalimat tersebut mengandung makna tauhid, pujian, pengagungan, dan pengakuan bahwa manusia membutuhkan pertolongan Allah.

Dengan memperbanyak zikir, seorang Muslim berusaha mengisi waktu dengan amalan yang bermanfaat. Namun, zikir tetap perlu disertai pelaksanaan kewajiban lain, seperti salat, menjaga akhlak, menunaikan amanah, dan berbuat baik kepada sesama.

5. Membantu menjaga hati agar selalu mengingat Allah

Keutamaan zikir tidak hanya berkaitan dengan pahala yang dijanjikan dalam hadis. Membiasakan diri mengingat Allah juga dapat membantu seseorang menjaga kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika membaca tasbih, seseorang mengingat kesucian Allah. Ketika membaca tahmid, ia belajar bersyukur. Ketika membaca takbir, ia mengingat kebesaran Allah. Adapun tahlil meneguhkan pengakuan tentang keesaan Allah.

Kebiasaan ini dapat menjadi pengingat agar seseorang lebih berhati-hati dalam berbicara dan bertindak. Meski demikian, zikir bukan jaminan bahwa seseorang tidak akan pernah menghadapi kesulitan atau bahaya. Seorang Muslim tetap perlu berikhtiar, berdoa, dan melakukan tindakan yang benar ketika menghadapi persoalan.

Cara Mengamalkan Zikir dengan Baik

Agar zikir menjadi kebiasaan yang terjaga, ada beberapa hal yang dapat dilakukan.

1. Pelajari bacaan dan artinya

Jangan hanya menghafalkan bunyi zikir. Pelajari pula artinya agar bacaan yang diucapkan membantu menghadirkan kesadaran kepada Allah. Jika belum lancar membaca tulisan Arab, mulailah dengan mempelajari pelafalannya secara bertahap.

2. Amalkan secara rutin

Biasakan membaca zikir yang diajarkan dalam tuntunan Islam, termasuk zikir setelah salat fardu. Rutinitas membantu seseorang menjaga konsistensi ibadah di tengah kesibukan.

3. Perhatikan tuntunan jumlah dan susunannya

Beberapa zikir memiliki jumlah atau susunan khusus berdasarkan hadis, seperti tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, takbir 33 kali, lalu menyempurnakan hitungan menjadi seratus dengan tahlil. Ada pula riwayat lain mengenai zikir setelah salat. Pelajari sumbernya agar dapat membedakan amalan yang memiliki ketentuan khusus dari zikir umum.

4. Gunakan alat bantu hitung jika diperlukan

Seseorang dapat menggunakan jari tangan atau alat bantu hitung untuk menjaga jumlah zikir. Yang terpenting adalah mengikuti tuntunan yang dipilih berdasarkan dalil dan tidak menjadikan alat bantu tersebut sebagai tujuan utama.

5. Jaga keikhlasan dan akhlak

Zikir hendaknya mendorong seseorang menjadi lebih taat dan berakhlak baik. Jangan sampai banyak berzikir tetapi tetap sengaja menyakiti orang lain, mengabaikan amanah, atau meremehkan kewajiban agama.

Pertanyaan Umum tentang Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir

1. Apa perbedaan tasbih, tahmid, dan takbir?

Tasbih adalah Subhanallah, yang berarti Mahasuci Allah. Tahmid adalah Alhamdulillah, yang berarti segala puji bagi Allah. Takbir adalah Allahu Akbar, yang berarti Allah Mahabesar.

2. Berapa kali membaca tasbih, tahmid, dan takbir setelah salat?

Salah satu susunan yang diriwayatkan dalam hadis sahih adalah membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali, kemudian menyempurnakan hitungan menjadi seratus dengan bacaan La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir.

3. Apa arti Subhanallah wa bihamdihi?

Subhanallahi wa bihamdihi berarti “Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya.” Bacaan ini memiliki keutamaan yang disebutkan dalam hadis sahih, termasuk penghapusan dosa bagi orang yang membacanya seratus kali dalam sehari.

4. Apakah tasbih, tahmid, dan takbir harus dibaca menggunakan tasbih atau alat penghitung?

Tidak harus menggunakan alat penghitung tertentu. Zikir dapat dihitung dengan jari tangan atau alat bantu yang tersedia. Alat tersebut hanya membantu menghitung, sedangkan inti ibadahnya adalah membaca zikir sesuai tuntunan.

5. Bolehkah membaca tasbih, tahmid, dan takbir di luar waktu setelah salat?

Boleh. Tasbih, tahmid, dan takbir merupakan kalimat zikir yang dapat diamalkan dalam berbagai kesempatan yang sesuai dengan tuntunan Islam. Jika suatu bacaan memiliki ketentuan jumlah atau waktu khusus dalam hadis, sebaiknya ketentuan tersebut diperhatikan.

6. Apakah membaca tasbih, tahmid, dan takbir dapat menghapus dosa?

Sejumlah hadis menjelaskan keutamaan penghapusan dosa untuk zikir tertentu. Misalnya, membaca Subhanallahi wa bihamdihi seratus kali sehari disebutkan sebagai sebab dihapusnya dosa. Seorang Muslim tetap perlu bertobat dengan sungguh-sungguh, memperbaiki perbuatan, dan mengembalikan hak orang lain apabila melakukan kezaliman.

7. Apa yang dimaksud dengan tahlil?

Tahlil adalah bacaan La ilaha illallah, yang berarti tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Kalimat ini menegaskan tauhid dan menjadi bagian penting dari zikir seorang Muslim.

Rangkuman dan Kesimpulan

Bacaan tasbih, tahmid, dan takbir merupakan zikir yang singkat, mudah dipelajari, dan memiliki makna mendalam. Tasbih menyucikan Allah, tahmid memuji-Nya, sedangkan takbir mengagungkan kebesaran-Nya.

Salah satu susunan zikir setelah salat fardu yang dikenal dalam hadis sahih adalah:

  • Tasbih: Subhanallah, sebanyak 33 kali.
  • Tahmid: Alhamdulillah, sebanyak 33 kali.
  • Takbir: Allahu Akbar, sebanyak 33 kali.
  • Penyempurna hitungan: bacaan tahlil yang diawali dengan La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, sebanyak satu kali.

Berbagai hadis juga menerangkan keutamaan zikir, di antaranya menjadi sebab pengampunan dosa untuk bacaan tertentu, termasuk kalimat yang dicintai Allah, serta dua kalimat yang ringan diucapkan tetapi berat dalam timbangan amal.

Karena itu, marilah membiasakan diri berzikir dengan memahami maknanya, mengikuti tuntunan yang sahih, menjaga keikhlasan, dan memperbaiki akhlak. Jangan menunggu waktu luang yang panjang untuk mengingat Allah. Mulailah dengan bacaan yang sederhana, lalu jagalah konsistensinya.

Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar.

Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Mahabesar.

Semoga Allah memudahkan lisan kita untuk senantiasa berzikir, melembutkan hati kita untuk mengingat-Nya, dan menerima amal ibadah kita. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Posting Komentar untuk "Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir Setelah Salat: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya"