Cara Custom Domain Blogger dari Blogspot.com Menjadi .COM, .ID, atau .NET

Cara Custom Domain Blogger dari Blogspot.com Menjadi .COM, .ID, atau .NET
Cara custom domain Blogger merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk mengubah alamat blog dari namablog.blogspot.com menjadi domain sendiri, seperti www.namablog.com, www.namablog.id, atau ekstensi domain lainnya. Proses ini memungkinkan Anda menggunakan alamat blog yang lebih ringkas, mudah diingat, dan sesuai dengan identitas website yang sedang dikembangkan.
Blogger tetap dapat digunakan sebagai platform blogging tanpa harus menyewa hosting web terpisah. Anda hanya perlu membeli domain, menghubungkannya melalui pengaturan Blogger, kemudian mengatur DNS pada penyedia domain. Artikel ini membahas langkah-langkahnya secara bertahap, mulai dari memilih nama domain, mendapatkan kode CNAME, membuat A record, mengaktifkan HTTPS, hingga mengatasi masalah yang mungkin muncul.
Catatan penting: Nama menu pada Blogger dan panel penyedia domain dapat berubah. Ikuti nilai DNS yang ditampilkan di akun Blogger Anda, terutama CNAME verifikasi kedua, karena kode tersebut bersifat unik untuk blog Anda.
1. Apa Itu Custom Domain Blogger?
Custom domain Blogger adalah proses menghubungkan domain milik sendiri ke blog yang dikelola menggunakan platform Blogger. Sebagai contoh, blog yang semula menggunakan alamat maznara.blogspot.com dapat diakses melalui domain khusus seperti www.maznara.com setelah konfigurasi selesai.
Domain merupakan alamat yang digunakan pengunjung untuk menemukan website. Sementara itu, Blogger adalah platform yang menyediakan fasilitas untuk membuat, menerbitkan, dan mengelola konten blog. Ketika menggunakan domain kustom, Anda tetap bisa mengelola artikel, halaman, tema, dan sebagian besar pengaturan melalui dashboard Blogger.
Perlu dipahami bahwa domain dan hosting merupakan dua hal yang berbeda. Domain berfungsi sebagai alamat, sedangkan hosting merupakan tempat penyimpanan file website. Dalam penggunaan Blogger, konten blog tetap dikelola melalui layanan Blogger sehingga Anda tidak perlu membeli paket hosting web terpisah hanya untuk menghubungkan domain.
Contoh perubahan alamat blog
- Sebelum custom domain:
contohblog.blogspot.com - Sesudah custom domain:
www.contohblog.com - Alternatif ekstensi:
www.contohblog.idatauwww.contohblog.net
Untuk menjalankan proses ini, Anda harus memiliki domain yang sudah terdaftar dan dapat dikelola DNS-nya. Anda juga harus memiliki akses administrator ke blog Blogger yang ingin dihubungkan.
2. Manfaat Menggunakan Domain Sendiri
Menggunakan domain sendiri bukan syarat mutlak untuk mulai menulis di Blogger. Subdomain blogspot.com tetap dapat digunakan untuk menerbitkan konten. Namun, domain kustom dapat memberikan sejumlah keuntungan ketika blog mulai dikembangkan secara serius.
a. Alamat website lebih mudah diingat
Domain yang singkat dan relevan dapat membantu pembaca mengingat alamat blog. Hal ini berguna ketika Anda membagikan artikel melalui media sosial, kartu nama, komunitas, atau saluran promosi lainnya.
b. Identitas blog terlihat lebih konsisten
Nama domain dapat disesuaikan dengan nama blog, topik utama, atau identitas merek yang ingin dibangun. Identitas yang konsisten membantu pembaca mengenali website Anda di berbagai kanal.
c. Lebih fleksibel untuk pengembangan merek
Domain sendiri dapat digunakan sebagai bagian dari identitas digital jangka panjang. Jika suatu hari Anda memutuskan memindahkan website ke platform lain, domain yang sama pada umumnya tetap dapat dipertahankan selama registrasi dan pengelolaannya berlanjut.
d. Mendukung strategi SEO jangka panjang
Domain kustom dapat menjadi bagian dari strategi optimasi mesin pencari. Meskipun demikian, menggunakan domain .com tidak otomatis membuat blog berada di peringkat atas Google. Kualitas konten, relevansi terhadap kebutuhan pembaca, pengalaman pengguna, struktur website, dan faktor teknis lainnya tetap berperan penting.
Untuk memahami pengembangan blog secara lebih menyeluruh, Anda dapat membaca artikel strategi blogging di Maznara.com.
3. Persiapan Sebelum Custom Domain Blogger
Sebelum mulai mengubah alamat blog, siapkan beberapa hal berikut agar proses konfigurasi berjalan lebih lancar.
- Akun Google: akun yang memiliki akses untuk mengelola blog di Blogger.
- Domain aktif: domain yang sudah dibeli dan terdaftar melalui registrar atau penyedia domain.
- Akses pengelolaan DNS: akses ke panel domain tempat Anda dapat menambahkan atau mengubah A record dan CNAME.
- Nama domain yang sudah ditentukan: misalnya
www.namablog.com. - Waktu untuk proses propagasi: perubahan DNS tidak selalu berlaku seketika di semua jaringan.
Anda dapat membeli domain dari Rumahweb atau penyedia domain lain yang menyediakan pengelolaan DNS. Rumahweb digunakan sebagai contoh dalam panduan ini, tetapi prinsip konfigurasi DNS juga berlaku pada banyak penyedia lainnya.
Bagaimana memilih nama domain yang tepat?
Pilih nama yang mudah dieja, tidak terlalu panjang, dan tidak membingungkan ketika diucapkan. Ekstensi .com merupakan salah satu pilihan umum, sedangkan .id dapat dipertimbangkan jika sesuai dengan identitas dan sasaran website Anda.
Periksa juga ketersediaan nama domain dan biaya perpanjangannya. Harga pendaftaran awal dapat berbeda dari harga perpanjangan pada tahun berikutnya. Pastikan Anda memahami biaya tersebut sebelum melakukan pembayaran.
4. Cara Membeli Domain di Rumahweb
Jika belum mempunyai domain, langkah pertama adalah mendaftarkan nama domain melalui penyedia layanan domain. Berikut contoh alur pembelian domain menggunakan Rumahweb.
- Buka situs resmi Rumahweb.
- Cari fitur pencarian atau pendaftaran domain.
- Masukkan nama domain yang Anda inginkan, kemudian periksa ketersediaannya.
- Pilih ekstensi yang sesuai, misalnya .com, .id, atau .net.
- Jika nama tersedia, lanjutkan proses pemesanan sesuai petunjuk pada situs.
- Periksa kembali nama domain, ekstensi, biaya, dan periode pendaftaran sebelum membayar.
- Buat akun baru jika belum memiliki akun, atau masuk menggunakan akun yang sudah terdaftar.
- Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi.
- Setelah domain aktif, masuk ke panel pengelolaan domain untuk memastikan pengaturan DNS dapat diakses.
Untuk kebutuhan blog di Blogger, Anda umumnya tidak perlu membeli hosting web tambahan hanya untuk menampilkan blog melalui domain kustom. Namun, layanan tambahan seperti email domain atau hosting untuk kebutuhan lain merupakan produk terpisah yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan.
Jika Anda belum memahami fitur halaman di Blogger, silakan baca panduan cara membuat halaman statis di Blogger.
5. Cara Mendapatkan CNAME dari Blogger
Setelah domain aktif, Anda perlu menghubungkannya dengan blog. Proses dimulai dari dashboard Blogger untuk mendapatkan informasi DNS yang dibutuhkan.
- Buka Blogger.com dan masuk ke akun Google Anda.
- Pilih blog yang akan menggunakan domain kustom.
- Buka menu Setelan (Settings).
- Cari bagian Publikasi (Publishing), kemudian pilih Domain kustom (Custom domain).
- Masukkan domain yang ingin digunakan, misalnya
www.namablog.com. - Klik Simpan (Save).
Jika domain belum terhubung, Blogger biasanya menampilkan informasi CNAME yang harus ditambahkan ke DNS domain. Informasi tersebut umumnya terdiri atas dua record:
- CNAME pertama: menghubungkan nama host pilihan Anda, misalnya
www, ke alamat tujuan Blogger, umumnyaghs.google.com. - CNAME kedua: record verifikasi khusus yang berisi nama atau kode unik serta alamat tujuan yang diberikan Blogger.
Jangan menyalin CNAME verifikasi dari blog orang lain. Gunakan pasangan nama dan tujuan yang benar-benar muncul di dashboard Blogger Anda. Kode verifikasi ini dapat berbeda untuk setiap blog.
Catat kedua record tersebut dengan teliti. Jangan menutup atau kehilangan akses ke informasi itu sebelum Anda selesai mengaturnya pada panel DNS.
6. Cara Setting DNS Domain Blogger
DNS atau Domain Name System merupakan sistem yang membantu mengarahkan nama domain ke layanan yang tepat. Dalam konfigurasi domain utama Blogger yang menggunakan alamat www.namablog.com, pengaturan biasanya melibatkan CNAME untuk subdomain www, CNAME verifikasi, serta empat A record untuk mengarahkan domain tanpa awalan www.
Nama menu pada setiap penyedia domain dapat berbeda. Di Rumahweb, pengaturan ini dapat dilakukan melalui panel pengelolaan domain atau DNS Management sesuai layanan yang digunakan.
Langkah 1: Masuk ke panel pengelolaan domain
- Masuk ke akun penyedia domain tempat Anda mendaftarkan domain.
- Pilih domain yang ingin dihubungkan ke Blogger.
- Buka menu pengaturan DNS atau DNS Management.
- Jika pengelolaan DNS belum diaktifkan, ikuti petunjuk penyedia domain terlebih dahulu.
Pastikan Anda mengubah DNS pada layanan yang benar-benar menjadi pengelola DNS aktif domain tersebut. Jika nameserver domain mengarah ke layanan lain, perubahan pada panel yang tidak aktif mungkin tidak berpengaruh.
Langkah 2: Membuat empat A record
A record digunakan untuk mengarahkan domain utama tanpa awalan www, misalnya namablog.com, ke alamat IP yang digunakan untuk mendukung pengalihan domain Blogger.
Tambahkan empat A record berikut jika memang diperlukan untuk konfigurasi domain utama Anda:
| Jenis record | Nama/Host | Nilai/Points to |
|---|---|---|
| A | @ atau kosong sesuai panel | 216.239.32.21 |
| A | @ atau kosong sesuai panel | 216.239.34.21 |
| A | @ atau kosong sesuai panel | 216.239.36.21 |
| A | @ atau kosong sesuai panel | 216.239.38.21 |
Masukkan setiap alamat IP sebagai record terpisah. Pada sebagian panel, nama host domain utama ditulis dengan simbol @; pada panel lainnya, kolom tersebut dibiarkan kosong. Ikuti petunjuk yang berlaku pada penyedia domain Anda.
TTL dapat dibiarkan menggunakan nilai bawaan penyedia domain, kecuali terdapat petunjuk khusus yang mengharuskan nilai tertentu.
Perhatian: Periksa apakah sudah ada A record yang bertentangan sebelum menambahkan record baru. Jangan menghapus record secara sembarangan, terutama jika domain digunakan untuk layanan lain seperti email atau website tambahan. Perubahan yang salah dapat mengganggu layanan yang sudah berjalan.
Langkah 3: Membuat CNAME pertama
Tambahkan CNAME yang menghubungkan subdomain pilihan Anda ke Blogger. Untuk konfigurasi yang umum, bentuk record-nya adalah sebagai berikut.
| Jenis record | Nama/Host | Nilai/Target |
|---|---|---|
| CNAME | www | ghs.google.com |
Jika Blogger menampilkan nilai berbeda pada dashboard Anda, utamakan nilai yang diberikan oleh Blogger. Jangan mengubah record lain yang tidak berkaitan dengan konfigurasi ini tanpa memahami fungsinya.
Langkah 4: Membuat CNAME verifikasi kedua
Selanjutnya, masukkan CNAME kedua yang ditampilkan Blogger saat Anda mencoba menyimpan domain kustom. Nilai ini biasanya terdiri atas kode unik pada bagian nama atau host serta alamat tujuan khusus pada bagian target.
Isi kedua kolom persis seperti informasi dari Blogger. Jangan menebak kode tersebut dan jangan menggunakan contoh milik pengguna lain, karena verifikasi domain bisa gagal jika nilainya tidak sesuai.
Langkah 5: Simpan semua perubahan DNS
Setelah seluruh record yang dibutuhkan dibuat, periksa kembali nama host, jenis record, dan nilai target. Simpan perubahan pada panel DNS, kemudian tunggu proses propagasi.
Propagasi DNS adalah proses ketika perubahan pengaturan DNS mulai dikenali oleh berbagai resolver dan jaringan. Perubahan dapat terlihat dalam waktu relatif singkat, tetapi pada kondisi tertentu membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, jangan langsung menganggap konfigurasi gagal jika domain belum dapat diakses beberapa menit setelah perubahan.
7. Menyimpan Domain di Blogger
Setelah record DNS dimasukkan, kembali ke dashboard Blogger untuk menyelesaikan pengaturan domain.
- Buka dashboard Blogger.
- Pilih blog yang sedang dikonfigurasi.
- Masuk ke menu Setelan (Settings).
- Pada bagian Publikasi (Publishing), buka Domain kustom (Custom domain).
- Masukkan kembali domain lengkap yang ingin digunakan, misalnya
www.namablog.com. - Klik Simpan (Save).
- Jika muncul pesan kesalahan, periksa kembali CNAME dan pastikan record DNS sudah tersimpan dengan benar.
Apabila domain berhasil disimpan, Blogger akan menggunakan domain kustom sebagai alamat publik blog. Namun, mungkin masih diperlukan waktu sebelum alamat tersebut dapat diakses secara konsisten dari semua jaringan.
Mengaktifkan pengalihan dari domain tanpa www
Jika Anda memilih www.namablog.com sebagai domain utama, pengunjung yang mengetik namablog.com sebaiknya diarahkan ke alamat dengan www. Dengan begitu, pengunjung menggunakan satu alamat utama yang konsisten.
Untuk mengaktifkannya, buka menu Setelan Blogger dan cari opsi Alihkan domain (Redirect domain). Aktifkan pengalihan dari domain tanpa www ke domain dengan www, setelah A record dan CNAME dikonfigurasi dengan benar.
Pengalihan ini membantu menyatukan versi alamat blog yang digunakan pengunjung. Pastikan hasil akhirnya konsisten, misalnya seluruh akses berakhir pada https://www.namablog.com.
8. Cara Mengaktifkan HTTPS di Blogger
HTTPS merupakan versi HTTP yang menggunakan enkripsi TLS untuk melindungi komunikasi antara browser pengunjung dan website. HTTPS membantu menjaga integritas data selama transmisi serta menjadi bagian penting dari keamanan dan kualitas pengalaman pengguna.
Setelah domain kustom berhasil dihubungkan, Anda dapat mengaktifkan HTTPS melalui pengaturan Blogger.
- Masuk ke dashboard Blogger.
- Pilih blog yang menggunakan domain kustom.
- Buka menu Setelan (Settings).
- Cari bagian HTTPS.
- Pada opsi Ketersediaan HTTPS (HTTPS availability), pilih Ya (Yes) jika opsi tersebut tersedia.
- Tunggu sampai sertifikat HTTPS selesai disiapkan.
- Setelah domain dapat diakses melalui HTTPS, aktifkan Pengalihan HTTPS (HTTPS redirect).
Jangan memaksakan pengalihan HTTPS sebelum alamat HTTPS berfungsi dengan benar. Jika sertifikat masih dalam proses penerbitan, tunggu dan periksa kembali secara berkala.
Apabila domain menggunakan CAA record, periksa panduan resmi Blogger mengenai persyaratan sertifikat. Pengaturan CAA yang tidak sesuai dapat menghambat penerbitan atau perpanjangan sertifikat HTTPS.
Target akhir: domain dapat diakses melalui HTTPS, domain tanpa www dialihkan ke alamat utama yang dipilih, dan pengunjung tidak menerima peringatan sertifikat keamanan.
9. Cara Memeriksa Domain Setelah Dipasang
Setelah seluruh pengaturan selesai, lakukan pemeriksaan untuk memastikan blog bekerja sebagaimana mestinya.
- Buka domain utama, misalnya
namablog.com. - Buka alamat dengan www, misalnya
www.namablog.com. - Pastikan keduanya mengarah ke alamat utama yang Anda pilih.
- Pastikan alamat HTTPS dapat dibuka tanpa peringatan sertifikat.
- Buka beberapa artikel dan halaman statis untuk memeriksa apakah semuanya dapat diakses.
- Periksa gambar, menu navigasi, tautan internal, dan tampilan blog pada perangkat seluler.
- Jika Anda menggunakan Google Search Console, periksa status properti dan proses pengindeksan setelah domain aktif.
Perhatikan juga tautan yang masih menggunakan alamat lama. Blogger biasanya menangani pengalihan alamat blogspot ke domain kustom, tetapi sebaiknya Anda tetap memeriksa tautan internal, tautan profil media sosial, dan tautan yang pernah dibagikan di tempat lain.
10. Mengatasi Masalah Custom Domain Blogger
Jika domain belum berfungsi setelah pengaturan dilakukan, jangan langsung menghapus seluruh DNS dan memulai ulang. Periksa masalah secara bertahap agar konfigurasi yang sudah benar tidak ikut rusak.
a. Domain tidak dapat disimpan di Blogger
Periksa kembali nama domain yang dimasukkan. Pastikan formatnya benar, misalnya www.namablog.com, bukan alamat yang salah ketik. Kemudian periksa CNAME pertama dan kedua di panel DNS.
Jika record sudah benar tetapi Blogger masih menolak domain, tunggu proses propagasi DNS lalu coba kembali.
b. Muncul pesan kesalahan CNAME
Pesan ini biasanya menunjukkan bahwa Blogger belum dapat memverifikasi record yang dibutuhkan. Periksa nama host, target CNAME, dan kode verifikasi khusus. Pastikan record dibuat pada pengelola DNS yang aktif untuk domain Anda.
c. Domain tanpa www tidak dapat dibuka
Periksa apakah keempat A record telah dibuat dengan nilai yang sesuai. Pastikan juga opsi pengalihan domain pada Blogger sudah diaktifkan setelah konfigurasi DNS benar.
d. Domain belum bisa diakses meskipun sudah disimpan
Masalah ini dapat disebabkan oleh propagasi DNS yang belum selesai, cache DNS pada perangkat atau jaringan, atau konfigurasi yang belum tepat. Coba akses dari jaringan lain dan tunggu beberapa waktu sebelum melakukan perubahan lanjutan.
e. HTTPS belum tersedia
Pastikan domain sudah terhubung dengan benar dan opsi HTTPS availability telah diaktifkan jika tersedia. Beri waktu bagi Blogger untuk menyiapkan sertifikat. Jika masalah terus berlangsung, periksa konfigurasi DNS dan CAA record, lalu ikuti panduan resmi Blogger.
f. Email domain atau layanan lain berhenti bekerja
Jika domain juga digunakan untuk email, jangan menghapus MX record, TXT record, atau record lain tanpa memahami fungsinya. Pengaturan domain untuk Blogger tidak selalu menggantikan seluruh DNS yang diperlukan oleh layanan email. Simpan salinan konfigurasi sebelumnya sebelum melakukan perubahan besar.
11. Tips SEO Setelah Mengganti Domain
Custom domain adalah salah satu langkah teknis dalam pengembangan blog. Agar website tetap mudah ditemukan dan nyaman digunakan setelah perubahan alamat, perhatikan beberapa hal berikut.
a. Gunakan satu versi domain secara konsisten
Tentukan alamat utama, misalnya https://www.namablog.com, dan pastikan variasi alamat lain mengarah ke versi tersebut jika pengaturan Blogger mendukungnya. Konsistensi ini membantu mengurangi kebingungan pengunjung mengenai alamat utama website.
b. Periksa Google Search Console
Setelah domain aktif, Anda dapat menambahkan atau memverifikasi properti domain di Google Search Console. Gunakan laporan yang tersedia untuk memantau pengindeksan, kendala halaman, dan performa penelusuran.
c. Periksa sitemap
Sitemap membantu mesin pencari menemukan URL yang penting pada website. Perlu dibedakan antara sitemap XML untuk mesin pencari dan halaman sitemap HTML yang ditujukan kepada pengunjung. Keduanya mempunyai fungsi yang berbeda.
Untuk informasi pengelolaan halaman pada Blogger, baca juga panduan membuat halaman statis di Maznara.com.
d. Perbarui tautan yang dapat Anda kendalikan
Perbarui alamat blog pada profil media sosial, direktori website, profil penulis, dan sumber lain yang Anda kelola. Tindakan ini membantu pembaca menemukan alamat baru tanpa harus bergantung pada pengalihan.
e. Pertahankan kualitas artikel
Domain baru tidak menggantikan kebutuhan untuk menyajikan konten yang bermanfaat. Teruslah membuat artikel yang menjawab pertanyaan pembaca, memiliki struktur yang jelas, dan dilengkapi tautan internal yang relevan. Hindari mengubah URL artikel secara tidak perlu jika tidak ada alasan yang kuat.
Untuk mempelajari panduan umum mengenai sitemap, kunjungi dokumentasi sitemap Google Search Central.
12. FAQ: Pertanyaan Umum tentang Custom Domain Blogger
1. Apakah custom domain Blogger harus membeli hosting?
Tidak. Untuk menghubungkan domain kustom ke blog yang tetap menggunakan Blogger, Anda umumnya hanya memerlukan domain dan akses pengaturan DNS. Hosting web terpisah tidak diperlukan hanya untuk menjalankan blog di Blogger.
2. Apakah domain .com lebih bagus daripada blogspot.com?
Keduanya dapat digunakan untuk blogging. Domain .com memberikan alamat yang lebih mandiri dan dapat membantu membangun identitas merek, tetapi tidak otomatis membuat artikel lebih unggul di hasil pencarian. Kualitas konten dan optimasi website tetap penting.
3. Berapa lama proses custom domain Blogger?
Waktunya bervariasi. Sebagian konfigurasi dapat aktif relatif cepat, sedangkan propagasi DNS atau penerbitan sertifikat HTTPS dapat membutuhkan waktu lebih lama. Blogger menyebutkan bahwa pengalihan alamat blogspot ke domain kustom dapat memerlukan waktu hingga 24 jam, tetapi kondisi aktual bisa berbeda.
4. Mengapa Blogger memberikan dua CNAME?
CNAME pertama menghubungkan subdomain yang dipilih, misalnya www, ke layanan Blogger. CNAME kedua digunakan untuk verifikasi dan mempunyai nilai khusus yang diberikan oleh Blogger untuk blog Anda.
5. Apakah empat A record Google wajib dibuat?
Untuk konfigurasi domain utama tanpa www yang diarahkan ke alamat www pada Blogger, empat A record yang ditentukan Google digunakan untuk membantu pengalihan tersebut. Jika Anda menggunakan subdomain tertentu atau konfigurasi berbeda, kebutuhan DNS dapat berbeda pula. Ikuti panduan resmi sesuai jenis domain yang digunakan.
6. Apakah artikel lama akan hilang setelah custom domain?
Custom domain pada dasarnya mengubah alamat publik blog, bukan menghapus artikel yang tersimpan di Blogger. Meskipun demikian, periksa beberapa artikel dan halaman setelah konfigurasi selesai untuk memastikan semuanya dapat diakses.
7. Apakah domain tanpa www bisa digunakan langsung di Blogger?
Untuk pengaturan domain kustom Blogger, alamat yang dimasukkan umumnya perlu berupa subdomain seperti www.namablog.com atau subdomain lain yang didukung. Domain utama tanpa www biasanya diarahkan ke alamat tersebut melalui A record dan pengaturan redirect.
8. Apakah HTTPS harus diaktifkan?
Ya, sebaiknya aktifkan HTTPS setelah tersedia untuk domain kustom Anda. HTTPS mengenkripsi koneksi antara browser dan website. Pastikan sertifikat berfungsi sebelum mengaktifkan pengalihan HTTPS.
9. Apakah saya bisa menggunakan domain dari penyedia selain Rumahweb?
Bisa. Anda dapat menggunakan penyedia domain lain selama domain sudah terdaftar dan pengaturan DNS-nya dapat dikelola. Nama menu dan tampilan panel mungkin berbeda, tetapi record yang dibutuhkan mengikuti petunjuk Blogger.
10. Apa yang harus dilakukan jika domain tetap gagal terhubung?
Periksa kembali nama domain, kedua CNAME, A record yang diperlukan, serta pengelola DNS aktif. Tunggu propagasi DNS, kemudian coba kembali. Jika masalah berlanjut, hubungi dukungan penyedia domain atau lihat dokumentasi resmi Blogger.
13. Rangkuman dan Kesimpulan
Cara custom domain Blogger dari blogspot.com menjadi .com, .id, atau .net dapat dilakukan tanpa harus memindahkan seluruh blog ke hosting lain. Anda perlu membeli domain, mendapatkan CNAME dari dashboard Blogger, mengatur DNS pada penyedia domain, lalu menyimpan domain kembali di Blogger.
Untuk konfigurasi domain utama yang menggunakan alamat www, langkah pentingnya meliputi penambahan CNAME yang sesuai, CNAME verifikasi khusus, empat A record Google jika diperlukan untuk pengalihan domain tanpa www, serta pengaktifan HTTPS setelah sertifikat tersedia.
Jangan terburu-buru jika domain belum langsung dapat diakses. Periksa konfigurasi satu per satu, tunggu propagasi DNS, dan hindari menghapus record yang masih digunakan oleh layanan lain. Setelah domain aktif, lanjutkan dengan memeriksa tautan, halaman, sitemap, dan pengaturan Google Search Console.
Semoga panduan ini membantu Anda menghubungkan domain sendiri ke Blogger dengan lebih mudah. Selamat mengembangkan blog dan membangun identitas website yang lebih profesional!
Posting Komentar untuk "Cara Custom Domain Blogger dari Blogspot.com Menjadi .COM, .ID, atau .NET"
Silahkan Berkomentar Dengan Bijak