Konsep Syafaat

Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa ta'ala, shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad shalallahu alaihi wassallam keluarga sahabat dan para pengikutnya yang setia dan istiqamah.

Seiring perkembangan zaman, pemahaman umat nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassallam mengenai Agama semakin memudar, wabil-khusus masalah akidah.

Oleh karena itu, patutlah kali ini kita membahas tema seputar Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah (Aswaja). Salah satunya ialah tentang konsep syafaat. 

Dalam Islam, apakah syafaat itu memang benar ada dan siapakah yang bisa memberikan syafaat serta hal lain yang berkaitan dengan syafaat. 

Pengertian Syafaat

Secara istilah, syafaat memiliki arti meminta kebaikan untuk seseorang. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Hasan Ayyub dalam kitabnya Tabsit al-‘Aqaid al-Islamiyah. 

Kebaikan yang dimaksud bisa berupa pertolongan yang di berikan oleh Allah kepada orang yang sedang membutuhkan dan dia dalam keadaan beriman kepada Nabi Muhammad.

Syafaat paling besar adalah syafaatnya Nabi Muhammad yang mencakup seluruh umat, yaitu tatkala semua makhluk dari zaman Nabi Adam sampai Nabi Muhammad dikumpulkan padang Mahsyar.  

Hanya beliau yang diberikan keistimewaan tersebut oleh Allah. Kejadian ini dikenal dengan sebutan Syafa’at al-‘Udzhma atau Syafaat yang agung.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

ΨΉَΨ³ٰٓΩ‰ Ψ§َΩ†ْ يَّΨ¨ْΨΉَΨ«َΩƒَ Ψ±َΨ¨ُّΩƒَ Ω…َΩ‚َΨ§Ω…ًΨ§ Ω…َّΨ­ْΩ…ُوْΨ―ًΨ§

Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji  (QS al-Isra 17:79)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Nabi Muhammad memperoleh derajat yang terpuji di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

Diriwayatkan dari Imam Ahmad bahwa Rasulullah ketika ditanya mengenai derajat yang terpuji dalam ayat di atas, beliau menjawab : “Derajat ketika aku memberikan syafaat kepada umat”

Rasulullah merupakan manusia mulia yang pertama kali memberikan syafaat serta orang pertama yang diterima syafaatnya. 

Sebagaimana keterangan dalam kitab ­Syarh al-Qawim Syarh Shirat al-Mustaqim, Syekh Abdullah al-Harari menyebutkan :

Ψ£ΩˆΩ„ شافع يشفع Ω‡Ωˆ Ψ§Ω„Ω†Ψ¨ΩŠ

“Nabi Muhammad adalah orang pertama yang memberikan syafaat dan diterima syafaatnya”.


Tidak semua orang bisa memberikan syafaat. Hanya sebagian mereka yang diberi izin oleh Allah. Syekh Hasan Ayyub menjelaskan kriteria manusia yang bisa memberikan syafaat kelak pada Hari Kiamat. Diantaranya yaitu:

  1. Para Nabi. 
  2. Orang Alim yang mengamalkan ilmunya. 
  3. Orang yang mati syahid.
  4. Orang-orang saleh.

Macam-macam syafaat

Syeikh Hasan Ayyub dalam kitab Ψͺبسيط Ψ§Ω„ΨΉΩ‚Ψ§Ψ¦Ψ― Ψ§Ω„Ψ₯Ψ³Ω„Ψ§Ω…ΩŠΨ© mengklasifikasikan syafaat dalam lima macam :

1. Syafaat untuk meringankan perasaan yang menimpa seluruh umat pada saat hari mahsyar, akibat lamanya waktu itu. Syafaat ini khusus bagi Nabi Muhammad semata.

2. Syafaat untuk memasukkan sebagian orang kedalam surga dengan tanpa dihisab. Syafaat ini juga khusus bagi Rasulullah.

3. Syafaat untuk menambahkan derajat.

4. Syafaat untuk pelaku dosa besar sebelum di masukkan ke Neraka.

5. Syafaat untuk mengeluarkan pelaku dosa besar dari Neraka.

Sungguh bahagia orang-orang yang meraih syafaat Sang Baginda. Semoga kita termasuk dari golongan mereka. Amin.

0 Response to "Konsep Syafaat"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak