KELUARGA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Bismillahirrahmanirrahim 
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa ta’ala, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dari-Nya, dan meminta ampunan-Nya. Kita berlindung kepada-Nya dari keburukan-keburukan jiwa kita, dan kejelekan-kejelekan perbuatan kita. 

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah atas diri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarganya, para sahabatnya, dan orang orang yang setia meniti jalan petunjuknya hingga hari kiamat.

Ayah, Ibu, dan Kakek Rasulullah

Rasulullah bernama Muhammad. Ayahnya bernama Abdullah, sedangkan ibunya bernama Aminah. 

Kakek Rasulullah bernama Abdul Muththalib. Ia adalah orang yang dihormati di tengah orang-orang Arab Quraisy. Ia dikenal sebagai orang yang dermawan. Abdul Muththalib memiliki sepuluh putra dan enam putri. 

Di antaraputranya adalah :

1. Al Harits, 
2. Abdul Uzza (Abu Lahab), 
3. Abdullah, 
4. Abdu Manaf(Abu Thalib), 
5. Zubair
6. Hajl
7.Al-Muqawwim
8.Dhirar
9. Hamzah, dan 
10. Abbas. 

Adapun putri-putrinya, mereka bernama

1. Ummu Hakim Al-Baidha, 
2. Barrah, 
3. Atikah, 
4. Shafiyyah, 
5.Arwa, dan 
6. Umaimah.

Di antara putra-putranya, Abdullah adalah yang paling dicintai oleh Abdul Muththalib. Abdullah meninggal dunia ketika pulang dari negeri Syam, sebelum Rasulullah lahir. 

Di antara harta yang diwariskan kepada Rasulullah adalah hamba sahaya bernama Barakah atau yang lebih dikenal dengan Ummu Aiman.

Ketika Abdullah meninggal dunia, Aminah sedang mengandung Rasulullah. Ayah Aminah bernama Wahb bin Abdi Manaf. Ia adalah pemimpin Bani Zuhrah.

Dari jalur ayah: 

Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muththalib bin Hasyimbin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Kaab bin Lu-ay bin Ghalib bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin‘Adnan.

Adnan adalah moyang bangsa Arab. Ia termasuk salah satu keturunan NabiI smail ‘alaihis salam, sedangkan Nabi Ismail adalah salah satu putra Nabi Ibrahim ‘alaihima ash shalatu wa as salam.

Dari jalur ibu: 

Aminah bintu Wahb bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah. Jadi, nasab ayah dan ibu Rasulullah bertemu di kakek yang bernama Kilab bin Murrah.

Wanita-Wanita yang Mengasuh Rasulullah

Rasulullah lahir di Mekkah pada hari Senin, tanggal 12 bulan Rabi’ul Awwal, Tahun Gajah. Disebut Tahun Gajah, karena pada tahun itu datang bala tentara dipimpin oleh Abrahah dari Yaman yang hendak menghancurkan Ka’bah. 

Mereka datang membawa gajah-gajah. Namun Allah subhanahu wa ta’ala melindungi Ka’bah dengan mengirim kawanan burung Ababil yang melempari tentara bergajah denganbebatuan dari Neraka. 

Di dalam Al Qur-an, Allah subhanahu wa ta’ala  berfirman:

اَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصۡØ­ٰبِ الۡفِيۡلِؕ. اَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِىۡ تَضۡلِيۡلٍۙ. وَّاَرۡسَلَ عَلَيۡهِمۡ Ø·َيۡرًا اَبَابِيۡلَۙ. تَرۡمِيۡهِمۡ بِØ­ِجَارَØ©ٍ مِّنۡ سِجِّيۡلٍ. فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ مَّاۡكُوۡلٍ

Tidakkah engkau (wahai Muhammad) perhatikan bagaimana Rabb mu bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia (Allah) yang telah menjadikan tipu daya mereka sia-sia? Dia kirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. Yang melempari mereka batu dari Neraka Sijjil. Sehingga mereka dijadikanNya seperti dedaunan yang dimakan ulat.”(QS.Al Fil: 1-5)

Yang memberi nama Muhammad adalah Abdul Muththalib. Nama“Muhammad” bermakna “orang yang betul-betul terpuji” dan orang-orang Quraisy belum pernah menamai anak-anak mereka dengan nama seperti itu. 

Mereka biasa menggunakan nama “Mahmud” untuk makna “orang yangter puji.”Ketika baru lahir, yang pertama kali menyusui Rasulullah adalah ibunya. Setelah itu, Rasulullah disusui oleh Tsuwaibah, hamba sahaya milik Abu Lahab, paman Rasulullah. 

Tidak lama kemudian, Rasulullah disusukan kepada Halimah AsSa’diyah. Sejak itu sampai berusia empat tahun, Rasulullah diasuh oleh Halimah dan suaminya, Harits, di kampung Bani Sa’ad yang terletak dipedalaman Arab.

Ketika Rasulullah berusia empat tahun, datang malaikat Jibril‘alaihis salam. Rasulullah dibaringkan, lalu dibelah dadanya. 

Jibril kemudian mengeluarkan segumpal darah sambil berkata, “Ini adalah bagian setan pada dirimu.”Setelah itu, Jibril mencuci jantung Rasulullah dalam sebuah bejana emas yang dibawa dari Surga dengan menggunakan air Zamzam. 

Sebelum pergi, Jibril menjahit kembali dada Rasulullah dan bekas jahitan itu masih terlihat ketika Rasulullah sudah menjadi nabi dan rasul.

Dibelahnya dada Rasulullah membuat Halimah dan keluarganya ketakutan. Mereka khawatir dengan keselamatan Rasulullah. 

Karena itu,mereka pun mengembalikan Rasulullah kepada ibunya di Mekkah. Rasulullah hidup bersama ibunya tidak lama. 

Waktu berusia enam tahun, Muhammad diajak Aminah mengunjungi paman-paman Rasulullah di Madinah. 

Dulu, kota Madinah masih bernama Yatsrib. Dalam perjalanan pulang, Aminah jatuh sakit dan meninggal dunia di Abwa, sebuah daerah yang terletak antara Madinah dan Mekkah.

Yang Mengasuh Sepeninggal Ibu Rasulullah

Sepeninggal Aminah, Rasulullah dibesarkan oleh kakeknya, Abdul Muththalib. Sebagai cucu tersayang, Rasulullah diasuh dengan penuh kecintaan dan kelembutan. 

Rasulullah sering diajak kakeknya duduk-duduk di sekitar Ka’bah. Rasulullah betul-betul dibanggakan oleh kakeknya di tengah kaumnya.

Akan tetapi, Abdul Muththalib tidak lama mengasuh Rasulullah. Dua tahun setelah Aminah meninggal dunia, kakek Rasulullah meninggal duniapula.

Orang-orang Quraisy berduka atas meninggal-dunianya Abdul Muththalib. Sampai-sampai, pasar-pasar di Mekkah pada hari itu tutup. Dan tentu saja yang paling bersedih dari keluarga Abdul Muththalib adalah Rasulullah. 

Abu Thalib adalah salah satu paman Rasulullah. Nama Abu Thalib adalah Abdu Manaf. Ia adalah saudara seayah dan seibu dengan Abdullah, sehingga Abu Thalib-lah yang pantas untuk mengasuh Rasulullah sepeninggal Abdul Muththalib. 

Abu Thalib adalah seorang pedagang. Seperti pedagang-pedagang Quraisy lainnya, Abu Thalib pergi berdagang ke Syam pada musim panasdan ke Yaman pada musim dingin. 

Allah ta’ala  berfirman :

لِاِيۡلٰفِ قُرَيۡØ´ٍۙ. اٖلٰفِهِمۡ رِØ­ۡلَØ©َ الشِّتَآØ¡ِ وَالصَّيۡفِ‌ۚ. فَلۡيَـعۡبُدُوۡا رَبَّ هٰØ°َا الۡبَيۡتِۙ‏. الَّØ°ِىۡۤ اَØ·ۡعَمَهُمۡ مِّنۡ جُوۡعٍ ۙ وَّاٰمَنَهُمۡ مِّنۡ Ø®َوۡفٍ

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. (Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Rabb Pemilik rumah (Ka'bah) ini. Yang telah memberi makan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dariketakutan.” (QS. Quraisy: 1-4)

Abu Thalib memiliki banyak anak. Di antara anak-anaknya adalah Thalib, Qutsam, ‘Aqil, Ja’far, dan Ummu Hani’. Meskipun demikian, Abu Thalib tetap mengasuh dan mendidik Muhammad sebagaimana kepadaanak-anaknya sendiri.

Bahkan, Abu Thalib lebih sayang kepada Rasulullah daripada kepada anak-anaknya sendiri. Misalnya, ketika suatu hari Abu Thalib sedang hendak berdagang ke Syam, ia tidak tega meninggalkan Rasulullah di Mekkah.

Abu Thalib pun mengajak serta Rasulullah pergi berdagang keSyam. Waktu itu, Rasulullah berumur dua belas tahun.Rasa sayang seperti itu makin besar, setelah mereka pulang dariSyam. 

Hal ini disebabkan oleh kabar gembira yang diberitakan oleh seorangrahib Nasrani bernama Bakhira yang bertemu dengan mereka di daerah Bushra, Syam.

Bakhira mengabari Abu Thalib bahwa Rasulullah akan menjadi nabi kelak dan ini terlihat dari tanda-tanda tertentu yang menyertai Rasulullah.

Misalnya, tanda kenabian seperti telur burung merpati yang ada di antara dua pundak Rasulullah, merunduknya dahan-dahan pohon ketika Rasulullah sedang berteduh di bawahnya, dan beraraknya awan yang menaungi Rasulullah ketika sedang berjalan di bawah terik matahari.

0 Response to "KELUARGA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak