KONSEKUENSI BERILMU TAPI TIDAK BERAMAL

KONSEKUENSI BERILMU TAPI TIDAK BERAMAL

Ketika mendapatkan Ilmu, seorang muslim diwajibkan untuk berusaha mengamalkan dan menerapkannya dalam kehidupan dengan bentuk kebaikan. 

Ilmu yang telah Allah berikan tidak boleh dimanfaatkan untuk hal-hal yang diharamkan-Nya.

Sebagaimana proses mencarinya, mengamalkan ilmu hendaknya didasari niat karena Allah. 

Jika keduanya tidak dilandasi tujuan untuk mendapatkan pahala dan ridha-Nya, maka besar kemungkinan yang didapatkan hanyalah keuntungan dunia. 

Ilmu yang dimaksud di atas tidak terbatas pada ilmu-ilmu agama, tetapi semua jenis ilmu seperti Sains, Arsitektur, Sosial, dan lain sebagainya. 

Namun demikian, Rasulullah ﷺ secara khusus memperingatkan orang yang mencari ilmu agama hanya untuk keuntungan dunia yang tidak seberapa.

Beliau ﷺ bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Siapa yang mencari ilmu yang semestinya diniatkan untuk meraih ridha Allah, tetapi ia malah mencarinya untuk mendapatkan keuntungan dunia, maka tidak akan mendapatkan harum surga di hari kiamat."(HR. Abu Dawud no. 3664).

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

لاَ تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوا بِهِ الْعُلَمَاءَ وَلاَ لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ وَلاَ تَخَيَّرُوا بِهِ الْمَجَالِسَ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَالنَّارُ النَّارُ

"Janganlah kalian belajar ilmu agama untuk berbangga diri di hadapan Para Ulama' atau untuk mendebat orang-orang bodoh dan janganlah memilih majelis dengan tujuan seperti itu. Siapa yang melakukannya, maka nerakalah baginya. (HR. Ibnu Majah no. 254).

Imam Al-Ghazali menerangkan dalam kitab Ayyuhal Walad ketika mengomentari orang yang berilmu tapi tidak berusaha mengamalkannya sebagai orang yang tertipu. 

Kemudian Beliau melanjutkan:

لَا يَعْلَمُ هٰذَا الْمَغْرُوْرُ أَنَّهُ حِيْنَ حَصَلَ الْعِلْمَ إِذَا لَمْ يَعْمَلْ بِهِ تَكُوْنُ الْحُجَّةُ عَلَيْهِ آكَدَ

"Orang yang tertipu ini tidak mengetahui bahwa ketika dia mendapatkan ilmu dan kemudian ia tidak berusaha mengamalkan ilmunya, maka ilmu yang ia dapat itu akan menjadi hujjah (alasan untuk dihisab) yang lebih kuat baginya.

Maksudnya: Orang yang berilmu, lalu ia tidak berusaha beramal dengannya, maka ia akan mendapatkan hukuman yang lebih berat dari orang yang tidak mengetahui. 

Orang berilmu akan dihukum karena ilmunya, sementara orang yang tidak tahu akan dihukum karena ketidaktahuannya. 

Namun, ini tidak boleh menjadi alasan seseorang malas belajar dan mencari pengetahuan karena takut tidak mampu mengamalkannya, karena setiap ilmu mempunyai wadah dan kita diminta untuk senantiasa menjadi seorang pelajar hingga ajal menjemput.

Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk meminta perlindungan kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Ilmu yang tidak bermanfaat bukanlah ilmu yang tidak menghasilkan uang ataupun materi, tapi ilmu yang tidak diamalkan karena Allah, meskipun menghasilkan keuntungan dunia. 

Salah satu doa tersebut adalah:

اللَّهُـمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

"Ya Allah aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan".(HR. Muslim no. 2722).

والله اعلم بالصواب

0 Response to "KONSEKUENSI BERILMU TAPI TIDAK BERAMAL"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak