Ketika Bensin Dicampur Etanol

Ketika bensin dicampur dengan etanol, beberapa hal terjadi karena sifat kimia dan fisik kedua bahan tersebut. Berikut penjelasannya:

1. Peningkatan Oksigenasi:

Etanol mengandung oksigen, sehingga campuran bensin-etanol (seperti E10 atau E85) meningkatkan kandungan oksigen dalam bahan bakar. Ini dapat menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dan lengkap, mengurangi emisi karbon monoksida (CO) dan senyawa hidrokarbon yang tidak terbakar.

2. Peningkatan Oktan:

Etanol memiliki angka oktan yang lebih tinggi (sekitar 108-110) dibandingkan bensin murni (biasanya 87-93 untuk bensin biasa). Campuran ini meningkatkan angka oktan, yang dapat mencegah ketukan mesin (knocking) dan memungkinkan performa mesin yang lebih baik, terutama pada mesin dengan rasio kompresi tinggi.

3. Efek pada Efisiensi Bahan Bakar:

Etanol memiliki kandungan energi lebih rendah per unit volume dibandingkan bensin (sekitar 33% lebih rendah). Akibatnya, campuran bensin-etanol (misalnya E10 atau E15) cenderung menghasilkan konsumsi bahan bakar yang sedikit lebih boros dibandingkan bensin murni.

4. Sifat Korosif dan Kompatibilitas Material:

Etanol bersifat lebih korosif dibandingkan bensin, terutama pada komponen logam dan karet di sistem bahan bakar yang tidak dirancang untuk etanol. Pada kendaraan yang tidak kompatibel (bukan flex-fuel vehicle), penggunaan campuran etanol tinggi (misalnya E85) dapat merusak seal, selang, atau komponen mesin lainnya.

5. Pemisahan Fase (Phase Separation):

Etanol bersifat higroskopis, artinya mudah menyerap air dari udara. Jika campuran bensin-etanol terkontaminasi air, dapat terjadi pemisahan fase, di mana etanol dan air terpisah dari bensin, membentuk lapisan terpisah. Ini dapat menyebabkan masalah pada mesin, seperti sulit menyala atau kerusakan sistem bahan bakar.

6. Dampak Lingkungan:

Campuran bensin-etanol dianggap lebih ramah lingkungan karena etanol berasal dari sumber terbarukan (seperti jagung atau tebu) dan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. Namun, produksi etanol sendiri memiliki dampak lingkungan, seperti penggunaan lahan dan energi untuk pertanian.

7. Kinerja pada Mesin:

- Pada kendaraan yang dirancang untuk bensin murni, campuran etanol dalam jumlah kecil (misalnya E10) biasanya aman. Namun, campuran dengan kadar etanol tinggi (E85) hanya boleh digunakan pada kendaraan flex-fuel yang dirancang khusus.
- Mesin mungkin memerlukan penyesuaian (seperti pengaturan ulang ECU) untuk mengoptimalkan pembakaran campuran bensin-etanol.

Kesimpulan:

Campuran bensin dan etanol umum digunakan (misalnya E10, E15, atau E85) untuk meningkatkan oktan dan mengurangi emisi, tetapi memiliki efek samping seperti penurunan efisiensi bahan bakar, potensi korosi, dan risiko pemisahan fase jika terkontaminasi air. Penting untuk memastikan kendaraan kompatibel dengan kadar etanol tertentu sebelum digunakan.

0 Response to "Ketika Bensin Dicampur Etanol"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak