Kebisingan Modern, Kehidupan Setelah Hening
Namun dalam jejak laku batin leluhur Jawa, terdapat jalan yang justru bergerak ke arah sebaliknya:
- Diam.
- Semedi.
Bukan sekadar duduk memejamkan mata, bukan pula usaha melarikan diri dari kehidupan. Semedi adalah upaya menenangkan gejolak batin agar manusia dapat melihat dirinya dengan lebih jernih.
Leluhur memahami bahwa ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐บ๐ฎ ๐ฝ๐ถ๐ธ๐ถ๐ฟ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ๐ฝ๐ฒ๐ป๐๐ต๐ถ ๐ธ๐ฒ๐ด๐ฒ๐น๐ถ๐๐ฎ๐ต๐ฎ๐ป, ๐ธ๐ฒ๐ถ๐ป๐ด๐ถ๐ป๐ฎ๐ป, ๐ธ๐ฒ๐๐ฎ๐ธ๐๐๐ฎ๐ป, ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฎ๐บ๐ฏ๐ถ๐๐ถ, ๐บ๐ฎ๐ป๐๐๐ถ๐ฎ ๐๐๐น๐ถ๐ ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐ป๐ฎ๐น๐ถ ๐ธ๐ฒ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ถ๐ป๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ป๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ถ.
Maka mereka memilih ๐ต๐ฒ๐ป๐ถ๐ป๐ด.
Dalam keheningan, suara dunia perlahan mengecil.
Pikiran yang berlarian mulai tenang.
Keinginan yang selama ini menguasai diri mulai terlihat.
Dan ketika segala hiruk-pikuk batin mereda, manusia mulai berhadapan dengan sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar pikiran.
๐ฅ๐ฎ๐๐ฎ.
Di sinilah semedi menjadi laku pengenalan diri.
Bukan mencari Tuhan sebagai sesuatu yang jauh di luar sana, tetapi membersihkan diri agar mampu menyadari kehadiran-Nya dalam kedalaman kehidupan.
Leluhur Jawa mengenal ungkapan:
“๐ฆ๐ฎ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ถ๐ป๐ด ๐ฑ๐๐บ๐ฎ๐ฑ๐ถ.”
Mengenali dari mana manusia berasal dan ke mana kehidupan ini menuju.
Karena itu, perjalanan spiritual bukan hanya tentang mengetahui banyak ajaran.
Ia adalah perjalanan pulang.
Pulang dari kebisingan menuju keheningan.
Pulang dari ego menuju kesadaran.
Pulang dari mengejar dunia menuju mengenali hakikat diri.
Semedi mengajarkan satu hal yang sederhana tetapi dalam:
๐ง๐๐ต๐ฎ๐ป ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐น๐ ๐ฑ๐ถ๐ฐ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐ธ ๐ธ๐ฎ๐๐ฎ.
Kadang manusia perlu berhenti berbicara agar dapat mendengar.
Berhenti mengejar agar dapat melihat.
Berhenti melawan agar dapat memahami.
Dan berhenti mencari ke luar agar dapat mengenali apa yang selama ini begitu dekat di dalam kehidupan.
Namun semedi tidak berarti meninggalkan kehidupan selamanya.
Setelah hening, seseorang kembali menjalani kehidupan.
Tetapi ia kembali dengan pandangan yang berbeda.
Lebih tenang ketika menghadapi masalah.
Lebih mampu mengendalikan diri.
Lebih peka terhadap sesama dan alam.
Lebih sedikit dikuasai ego.
Sebab tujuan keheningan bukan menjadikan manusia jauh dari kehidupan, melainkan membuat manusia ๐ต๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฟ ๐๐ฒ๐ฝ๐ฒ๐ป๐๐ต๐ป๐๐ฎ ๐ฑ๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ธ๐ฒ๐ต๐ถ๐ฑ๐๐ฝ๐ฎ๐ป.
Mungkin itulah salah satu pesan terdalam dari laku leluhur:
“๐ ๐ฒ๐ป๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ ๐ฑ๐ต๐ถ๐๐ถ๐ธ, ๐๐๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ ๐ฏ๐ถ๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ฟ๐๐ต.”
Diamlah terlebih dahulu, agar mampu melihat.
Sebab terkadang yang menghalangi manusia mengenali Tuhan bukan karena Tuhan terlalu jauh.
Melainkan karena batin manusia terlalu penuh.
Dan ketika segala sesuatu menjadi hening...
barangkali untuk pertama kalinya, ๐ธ๐ถ๐๐ฎ ๐บ๐๐น๐ฎ๐ถ ๐บ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ฟ ๐๐ฒ๐๐๐ฎ๐๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐บ๐ฎ ๐ถ๐ป๐ถ ๐๐ฒ๐ฟ๐๐๐๐๐ฝ ๐ผ๐น๐ฒ๐ต ๐ธ๐ฒ๐ฏ๐ถ๐๐ถ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ถ ๐๐ฒ๐ป๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ถ.
๐ฆ๐ฒ๐บ๐ฒ๐ฑ๐ถ ๐ฏ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ธ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ฟ ๐ฑ๐๐ฑ๐๐ธ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ธ๐ฒ๐ต๐ฒ๐ป๐ถ๐ป๐ด๐ฎ๐ป.
๐ฆ๐ฒ๐บ๐ฒ๐ฑ๐ถ ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ๐น๐ฎ๐ป๐ฎ๐ป ๐ฝ๐๐น๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ท๐ ๐ธ๐ฒ๐๐ฒ๐ท๐ฎ๐๐ถ๐ฎ๐ป.

0 Response to "Kebisingan Modern, Kehidupan Setelah Hening"
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar Dengan Bijak