Ahsanu 'Amala: Mengukur Kualitas Diri
Kita sering terlalu sibuk mengejar sesuatu yang bahkan tidak kita bawa ketika kita mati. Mengejar uang. Mengejar pengakuan. Mengejar jabatan. Mengejar pujian. Mengejar seseorang agar tetap tinggal. Sampai suatu hari kita sadar, teryata hidup begitu cepat berlalu.
Surah Al-Mulk membuka kesadaran itu dengan sebuah ayat yang sangat dalam:
"Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya." (QS. Al-Mulk: 2)
Perhatikan baik-baik. Allah tidak mengatakan, "siapa yang paling banyak amalnya." Tetapi yang paling baik amalnya.
Dalam penjelasan As-Sa'di dan Ibnu Katsir, kehidupan dan kematian merupakan bagian dari ujian Allah kepada manusia. Hidup bukan ruang untuk bersenang-senang tanpa tujuan. Hidup adalah kesempatan untuk membuktikan siapa yang paling baik dalam ketaatan dan amalnya.
Artinya, tujuan hidup bukan sekadar berapa lama kita hidup, tetapi bagaimana kita menjalani kehidupan yang diberikan.
Kamu boleh miskin. Boleh gagal. Boleh kehilangan pekerjaan. Boleh ditinggalkan orang yang kamu cintai. Boleh melewati hari-hari yang sangat berat. Tetapi jangan sampai penderitaan membuatmu lupa untuk apa kamu diciptakan.
Tidak ada air mata yang sia-sia ketika ia membuatmu kembali kepada Allah. Tidak ada yang kesabaran yang sia-sia ketika ia membuatmu semakin dekat kepada-Nya. Tidak ada perjuangan yang sia-sia ketika dilakukan dengan cara yang Allah ridai.
Dan yang paling menakutkan bukanlah ketika hidup kita sulit. Yang lebih menakutkan adalah ketika hidup terasa mudah, tetapi hati semakin jauh dari Allah.
Surah Al-Mulk seakan mengajak kita melihat kehidupan dari tempat yang lebih tinggi: kita bukan pemilik kehidupan. Kita adalah manusia yang sedang menjalani ujian di dalam nya.
Karena itu, jangan ukur keberhasilan hanya dari apa yang berhasil kamu kumpulkan. Ukur juga dari siapa dirimu setelah melewati semua itu.
Apakah kamu menjadi lebih jujur? Lebih sabar? Lebih rendah hati? Lebih bermanfaat? Lebih takut kepada Allah? Lebih siap mempertanggungjawabkan hidupmu ketika semuanya berakhir?
Sebab pada akhirnya, kematian akan datang. Dan ketika semua yang selama ini kita kejar tertinggal di belakang, hanya amal yang akan menjadi bagian dari perjalanan kita.
Maka sebelum mengejar lebih banyak dunia, tanyakan kepada diri sendiri:
"Jika malam ini hidupmu berakhir, apakah kehidupan yang selama ini kujalani sudah memiliki tujuan?"
Karena kita tidak diciptakan hanya untuk hidup. Kita diciptakan untuk menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya di hadapan Allah.
Dan suatu hari nanti, kita akan kembali kepada-Nya.

Posting Komentar untuk "Ahsanu 'Amala: Mengukur Kualitas Diri"
Silahkan Berkomentar Dengan Bijak