Basmalah dan Keutamaannya: Arti, Dalil, dan Amalan

Basmalah dan Keutamaannya: Makna, Dalil, dan Amalan dalam Kehidupan Sehari-hari
Basmalah merupakan kalimat yang sangat akrab bagi umat Islam. Kalimat Bismillahirrahmanirrahim dibaca ketika memulai berbagai kegiatan, seperti membaca Al-Qur'an, belajar, makan, menulis, dan melakukan pekerjaan yang baik. Meskipun sering diucapkan, tidak semua orang memahami makna, kedudukan, dan keutamaan basmalah secara mendalam.
Basmalah bukan sekadar ucapan pembuka. Kalimat ini mengingatkan seorang Muslim agar memulai aktivitas dengan menyebut nama Allah, menyadari ketergantungan kepada-Nya, serta mengharapkan rahmat dan pertolongan-Nya. Namun, memahami keutamaan basmalah juga perlu disertai kehati-hatian dalam menilai hadis yang menyebutkan pahala atau jaminan tertentu.
Artikel ini membahas pengertian basmalah, arti setiap katanya, kedudukannya dalam Al-Qur'an, dalil yang berkaitan dengannya, keutamaan membacanya, cara mengamalkannya, serta penjelasan tentang sebuah riwayat yang dinisbatkan kepada sejumlah tokoh dalam tradisi keilmuan Islam.
1. Pengertian Basmalah
Basmalah adalah istilah untuk kalimat Arab Bismillahirrahmanirrahim (ุจِุณْู ِ ุงَِّููู ุงูุฑَّุญْู َِٰู ุงูุฑَّุญِูู ِ), yang berarti “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.” Kalimat ini digunakan sebagai pembuka dalam berbagai kegiatan yang baik dan sebagai ungkapan mengingat Allah.
Istilah basmalah terbentuk dari ungkapan bismillฤh, yaitu “dengan nama Allah”. Dalam penggunaan umat Islam, istilah ini biasanya merujuk pada keseluruhan kalimat Bismillahirrahmanirrahim.
Mengucapkan basmalah mengandung pengakuan bahwa manusia tidak berdiri sendiri. Kemampuan untuk berpikir, belajar, bekerja, dan memperoleh manfaat dari suatu usaha merupakan bagian dari nikmat Allah. Dengan menyebut nama-Nya, seorang Muslim diingatkan untuk mengarahkan aktivitasnya kepada hal-hal yang baik dan menjauhi perbuatan yang dilarang.
Basmalah sebagai pembuka aktivitas
Dalam kehidupan sehari-hari, basmalah sering dibaca sebelum memulai pekerjaan. Kebiasaan ini dapat membantu seseorang menata niat, mengingat tujuan yang benar, dan menjalankan aktivitas dengan lebih bertanggung jawab.
Misalnya, seorang pelajar membaca basmalah sebelum belajar. Ucapan itu bukan pengganti usaha, membaca buku, atau berlatih soal. Sebaliknya, basmalah menjadi pengingat agar proses belajar dilakukan dengan sungguh-sungguh, jujur, dan disertai doa memohon pertolongan Allah.
Basmalah mengajarkan seorang Muslim untuk mengawali aktivitas dengan mengingat Allah, meluruskan niat, dan berusaha menjalankan pekerjaan dengan cara yang baik.
2. Arti Bismillahirrahmanirrahim
Kalimat basmalah terdiri atas beberapa unsur bahasa Arab yang memiliki makna penting. Memahami artinya membantu kita mengucapkannya dengan kesadaran, bukan sekadar sebagai kebiasaan lisan.
ุจِุณْู ِ ุงَِّููู ุงูุฑَّุญْู َِٰู ุงูุฑَّุญِูู ِ
Latin: Bismillahirrahmanirrahim.
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
A. Bismi: dengan nama
Kata bismi berarti “dengan nama”. Ketika mengucapkan basmalah, seorang Muslim menyatakan bahwa ia memulai kegiatan dengan mengingat Allah dan mengharapkan pertolongan serta keberkahan dari-Nya.
Ungkapan ini juga menjadi pengingat bahwa suatu pekerjaan seharusnya dilakukan dengan cara yang benar. Menyebut nama Allah tidak menjadikan perbuatan terlarang menjadi diperbolehkan. Basmalah sepatutnya mengiringi aktivitas yang baik dan tidak digunakan untuk membenarkan tindakan yang merugikan orang lain.
B. Allah: nama Tuhan Yang Maha Esa
Allah adalah nama Tuhan dalam ajaran Islam. Penyebutan nama Allah menegaskan bahwa ibadah, doa, dan pengharapan tertinggi seorang Muslim ditujukan kepada-Nya.
Dengan mengucapkan basmalah, seorang Muslim diingatkan untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan diri, tetapi juga berdoa, berusaha, dan berserah diri kepada Allah.
C. Ar-Rahman: Yang Maha Pengasih
Ar-Rahman merupakan salah satu nama Allah yang menunjukkan keluasan rahmat-Nya. Rahmat Allah meliputi berbagai nikmat yang memungkinkan kehidupan berlangsung, seperti udara, air, makanan, kesehatan, dan berbagai kesempatan untuk berbuat baik.
Memahami makna Ar-Rahman mendorong manusia untuk menyadari nikmat yang diterimanya serta memperlakukan makhluk lain dengan penuh tanggung jawab.
D. Ar-Rahim: Yang Maha Penyayang
Ar-Rahim juga menunjukkan sifat kasih sayang Allah. Kedua nama tersebut menegaskan pentingnya rahmat dalam hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.
Ketika membaca basmalah, seorang Muslim diharapkan mengingat rahmat Allah sekaligus berusaha menampilkan akhlak yang baik, seperti bersikap adil, menolong orang yang membutuhkan, menjaga amanah, dan tidak menyakiti sesama.
3. Kedudukan Basmalah dalam Al-Qur'an
Basmalah memiliki kedudukan penting dalam Al-Qur'an. Kalimat ini terdapat pada awal surah-surah Al-Qur'an selain Surah At-Taubah, dan juga muncul dalam ayat ke-30 Surah An-Naml sebagai bagian dari surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Saba.
Basmalah pada awal surah Al-Qur'an
Hampir semua surah dalam mushaf Al-Qur'an diawali dengan basmalah, kecuali Surah At-Taubah. Dalam pembahasan ilmu Al-Qur'an, para ulama membahas kedudukan basmalah pada awal surah, termasuk persoalan apakah basmalah merupakan ayat dari setiap surah atau bagian dari ayat dalam Surah Al-Fatihah. Terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai sejumlah rincian persoalan tersebut.
Karena itu, pembahasan basmalah dalam ilmu Al-Qur'an perlu memperhatikan perbedaan pendapat ulama, tradisi qiraat, dan konteks pembahasannya. Hal ini tidak mengurangi kedudukan basmalah sebagai kalimat yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam.
Basmalah dalam surat Nabi Sulaiman
Al-Qur'an menyebutkan basmalah dalam kisah Nabi Sulaiman ketika beliau mengirim surat kepada Ratu Saba. Peristiwa ini terdapat dalam Surah An-Naml ayat 30.
ุฅَُِّูู ู ِْู ุณَُْููู َุงَู َูุฅَُِّูู ุจِุณْู ِ ุงَِّููู ุงูุฑَّุญْู َِٰู ุงูุฑَّุญِูู ِ
Artinya: “Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman yang isinya, ‘Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.’”
— QS. An-Naml [27]: 30.
Ayat tersebut menunjukkan penggunaan basmalah dalam surat Nabi Sulaiman. Kisah ini juga menjadi pengingat tentang pentingnya menyampaikan pesan dengan jelas dan mengawali urusan dengan menyebut nama Allah.
4. Keutamaan Membaca Basmalah
Keutamaan basmalah dapat dipahami melalui maknanya, kedudukannya dalam Al-Qur'an, dan hadis yang berkaitan dengan penyebutan nama Allah ketika melakukan aktivitas. Dalam menjelaskan keutamaan suatu amalan, penting untuk membedakan nilai umum yang didukung ajaran Islam dari klaim pahala khusus yang memerlukan dalil tertentu.
A. Mengingat Allah sebelum bertindak
Salah satu manfaat utama membaca basmalah adalah mengingat Allah sebelum memulai kegiatan. Manusia sering menjalankan rutinitas secara otomatis, sehingga lupa memperhatikan tujuan dan cara melakukan pekerjaannya.
Basmalah dapat menjadi pengingat singkat untuk berhenti sejenak, meluruskan niat, dan memastikan bahwa aktivitas yang akan dilakukan tidak bertentangan dengan ajaran agama.
B. Membantu meluruskan niat
Niat memiliki peran penting dalam ibadah dan perilaku seorang Muslim. Membaca basmalah dapat menjadi bagian dari kebiasaan untuk memulai pekerjaan dengan niat yang baik.
Misalnya, seseorang yang bekerja dapat meniatkan pekerjaannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara yang halal. Seorang mahasiswa dapat belajar dengan niat memperoleh ilmu yang bermanfaat. Seorang pedagang dapat memulai aktivitasnya dengan niat mencari rezeki melalui transaksi yang jujur.
Namun, niat baik tetap harus disertai cara yang benar. Tujuan yang baik tidak membenarkan penipuan, kecurangan, atau tindakan yang melanggar hak orang lain.
C. Mengingat keluasan rahmat Allah
Basmalah memuat dua nama Allah yang berkaitan dengan rahmat, yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Membacanya dapat mengingatkan manusia agar tidak berputus asa dari rahmat Allah serta terus berusaha memperbaiki diri.
Kesadaran terhadap rahmat Allah juga dapat mendorong seseorang untuk bersikap lebih penyayang kepada keluarga, tetangga, teman, dan orang yang membutuhkan bantuan.
D. Membiasakan diri mengawali aktivitas dengan doa
Membaca basmalah merupakan kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan yang baik. Dengan membiasakannya, seseorang belajar menghubungkan aktivitas sehari-hari dengan kesadaran beragama.
Meski demikian, basmalah tidak boleh dianggap sebagai jaminan otomatis bahwa semua pekerjaan akan berhasil tanpa hambatan. Keberhasilan tetap melibatkan usaha, pengetahuan, kondisi yang dihadapi, dan ketetapan Allah.
E. Menumbuhkan sikap bertanggung jawab
Menyebut nama Allah sebelum bekerja seharusnya mengingatkan seseorang bahwa perilakunya tetap harus dipertanggungjawabkan. Seorang Muslim tidak semestinya membaca basmalah sebelum melakukan kecurangan, kemudian menganggap ucapannya cukup untuk menjadikan tindakan tersebut benar.
Keutamaan basmalah akan lebih bermakna ketika ucapan itu diikuti dengan kejujuran, ketekunan, kepedulian, dan usaha untuk menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.
5. Basmalah dalam Hadis Nabi
Hadis Nabi Muhammad ๏ทบ menjadi salah satu sumber penting untuk memahami adab dan amalan dalam Islam. Salah satu riwayat yang berkaitan dengan basmalah terdapat dalam hadis tentang adab makan.
Hadis tentang membaca basmalah ketika makan
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Umar bin Abi Salamah, Nabi Muhammad ๏ทบ mengajarkan agar seseorang menyebut nama Allah, makan dengan tangan kanan, dan mengambil makanan yang berada di dekatnya.
“Wahai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu.”
— HR. Al-Bukhari dan Muslim, dengan terjemahan makna.
Hadis tersebut menunjukkan bahwa menyebut nama Allah merupakan bagian dari adab makan yang diajarkan Nabi. Selain membaca basmalah, hadis ini juga mengajarkan tata krama dan keteraturan ketika makan bersama orang lain.
Mengapa sumber hadis perlu diperhatikan?
Dalam tradisi Islam, tidak semua teks yang dinisbatkan kepada Nabi memiliki tingkat keautentikan yang sama. Para ulama hadis meneliti sanad, yaitu rangkaian periwayat, serta matan atau isi riwayat untuk menilai apakah suatu hadis dapat diterima.
Karena itu, ketika sebuah teks menyebutkan pahala yang sangat besar atau jaminan keselamatan tertentu, penting untuk memeriksa sumbernya. Kita tidak sepatutnya menyatakan bahwa Nabi menjanjikan suatu keutamaan khusus jika dasar riwayatnya belum dapat dipastikan.
6. Menelaah Riwayat tentang Basmalah dan Al-Fatihah
Naskah lama yang menjadi bahan penulisan artikel ini mengutip sebuah riwayat yang dinisbatkan kepada rangkaian periwayat, termasuk Anas bin Malik, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Nabi Muhammad ๏ทบ, Malaikat Jibril, dan Malaikat Israfil. Dalam riwayat tersebut, disebutkan janji pengampunan dan keselamatan bagi orang yang membaca basmalah kemudian membaca Surah Al-Fatihah satu kali.
Riwayat itu juga disebut dalam kaitannya dengan kitab Futuhat al-Makkiyah dan Miftah al-Falah, sebagaimana dinukil dalam naskah lama. Akan tetapi, penyebutan sebuah teks dalam karya tertentu tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa teks tersebut merupakan hadis sahih.
Apa yang dimaksud dengan hadis musalsal?
Dalam ilmu hadis, musalsal adalah istilah bagi riwayat yang para periwayatnya memiliki kesamaan tertentu dalam cara menyampaikan hadis, baik berupa ucapan, tindakan, maupun keadaan tertentu yang berlangsung dalam rangkaian periwayatan.
Kesamaan tersebut merupakan ciri bentuk periwayatan, bukan jaminan bahwa hadisnya sahih. Sebuah hadis musalsal tetap perlu diteliti dari segi kesinambungan sanad, keadaan para periwayat, dan isi riwayatnya.
Apakah janji pengampunan dalam riwayat tersebut dapat dipastikan?
Berdasarkan naskah yang tersedia, status autentisitas riwayat khusus tersebut belum dapat dipastikan. Untuk menyimpulkan bahwa riwayat itu sahih, hasan, daif, atau palsu, diperlukan pemeriksaan terhadap teks Arab lengkap, sumber primer, sanad, serta penilaian ahli hadis yang dapat dirujuk.
Oleh sebab itu, janji bahwa membaca basmalah lalu Al-Fatihah satu kali pasti menghapus seluruh keburukan, menjamin keselamatan dari siksa kubur dan neraka, atau memberikan keistimewaan tertentu tidak sepatutnya disampaikan sebagai kepastian dari Nabi tanpa bukti yang memadai.
Prinsip penting dalam mengutip hadis adalah membedakan antara teks yang dinukil dalam sebuah kitab dan hadis yang telah dinilai autentik. Semakin besar janji pahala atau ancaman yang disebutkan, semakin penting pula memeriksa sumber dan status riwayatnya.
Bagaimana menyikapi riwayat yang belum terverifikasi?
Sikap yang bijaksana adalah tidak menyebarkannya sebagai hadis sahih sebelum dilakukan penelitian. Kita tetap dapat membaca basmalah dan Surah Al-Fatihah sebagai bagian dari amalan yang dikenal dalam Islam, tetapi tidak perlu menetapkan jaminan pahala khusus yang belum terbukti.
Dengan demikian, penghormatan terhadap tradisi keilmuan Islam berjalan seiring dengan sikap hati-hati dalam menyampaikan ajaran agama. Kehati-hatian ini bukan berarti meremehkan ulama terdahulu, melainkan memastikan bahwa setiap perkataan yang dinisbatkan kepada Nabi disampaikan secara bertanggung jawab.
7. Cara Mengamalkan Basmalah dalam Kehidupan Sehari-hari
Basmalah dapat diamalkan dalam berbagai aktivitas yang baik. Berikut beberapa contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
A. Sebelum makan dan minum
Membaca basmalah sebelum makan merupakan bagian dari adab yang diajarkan Nabi. Kebiasaan ini membantu mengingat bahwa makanan dan minuman merupakan nikmat yang patut disyukuri.
Setelah makan, seorang Muslim juga dianjurkan untuk bersyukur kepada Allah atas rezeki yang diterimanya.
B. Sebelum belajar dan membaca
Pelajar dan mahasiswa dapat membaca basmalah sebelum belajar, membaca buku, atau mengerjakan tugas. Ucapan tersebut dapat menjadi pengingat untuk belajar secara sungguh-sungguh, tidak menyontek, dan menggunakan ilmu untuk tujuan yang bermanfaat.
C. Sebelum bekerja
Memulai pekerjaan dengan basmalah dapat membantu seseorang mengingat tujuan dan tanggung jawabnya. Akan tetapi, keberhasilan kerja tetap membutuhkan perencanaan, kompetensi, ketelitian, dan kedisiplinan.
D. Ketika memasak dan mengurus rumah
Aktivitas rumah tangga juga dapat menjadi kesempatan untuk mengingat Allah. Membaca basmalah sebelum memasak, membersihkan rumah, atau menyiapkan kebutuhan keluarga dapat membantu menumbuhkan kesadaran bahwa pekerjaan sehari-hari pun dapat dilakukan dengan niat yang baik.
E. Sebelum melakukan perjalanan
Seseorang dapat mengawali persiapan perjalanan dengan basmalah dan doa safar ketika bepergian. Ia juga perlu memastikan kendaraan dalam kondisi layak, mematuhi aturan lalu lintas, dan memperhatikan keselamatan diri serta orang lain.
F. Ketika memulai aktivitas lain yang baik
Basmalah dapat dibaca ketika memulai berbagai kegiatan yang diperbolehkan, seperti menulis, mengajar, berkebun, atau membantu orang lain. Yang penting, jangan menjadikan ucapan tersebut sebagai pengganti tindakan nyata atau sebagai pembenaran terhadap pekerjaan yang dilarang.
8. Kesalahan yang Perlu Dihindari
1. Menganggap basmalah menjamin semua keinginan terkabul
Basmalah bukan rumus yang menjamin setiap keinginan akan terwujud. Membacanya merupakan bentuk mengingat Allah, sedangkan hasil suatu usaha tidak selalu sesuai dengan harapan manusia.
2. Mengaitkan pahala khusus tanpa sumber yang jelas
Jika suatu teks menyebutkan bahwa membaca basmalah dengan jumlah tertentu akan menjamin pengampunan seluruh dosa atau keselamatan mutlak dari hukuman akhirat, periksa terlebih dahulu sumbernya. Jangan langsung menyebarkan klaim tersebut sebagai hadis sahih.
3. Membaca basmalah tanpa memperhatikan maknanya
Mengucapkan basmalah merupakan kebiasaan yang baik, tetapi akan lebih bermakna jika disertai pemahaman. Mengingat Allah seharusnya mendorong manusia untuk bersikap jujur, menjaga amanah, dan memperbaiki akhlak.
4. Menganggap basmalah dapat membenarkan semua tindakan
Menyebut nama Allah tidak membuat tindakan yang dilarang menjadi halal. Basmalah sepatutnya mengiringi aktivitas yang baik, bukan digunakan untuk membenarkan penipuan, perbuatan zalim, atau pelanggaran terhadap hak orang lain.
9. Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa arti basmalah?
Basmalah adalah kalimat Bismillahirrahmanirrahim, yang berarti “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang”. Kalimat ini lazim dibaca untuk mengawali berbagai kegiatan yang baik.
Apa keutamaan membaca basmalah?
Basmalah mengingatkan seorang Muslim kepada Allah, membantu meluruskan niat, menumbuhkan kesadaran akan rahmat-Nya, dan menjadi bagian dari adab dalam aktivitas tertentu, seperti makan. Klaim tentang pahala khusus tetap harus didasarkan pada dalil yang dapat dipertanggungjawabkan.
Apakah basmalah terdapat dalam Al-Qur'an?
Ya. Basmalah terdapat pada awal surah-surah Al-Qur'an selain Surah At-Taubah dan muncul dalam QS. An-Naml [27]: 30 sebagai bagian dari surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Saba.
Apakah membaca basmalah sebelum makan memiliki dalil hadis?
Ya. Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad ๏ทบ mengajarkan agar seseorang menyebut nama Allah ketika makan, menggunakan tangan kanan, dan makan dari bagian yang dekat dengannya.
Apakah membaca basmalah lalu Al-Fatihah satu kali pasti menghapus semua dosa?
Klaim tersebut terdapat dalam riwayat yang dikutip oleh naskah lama, tetapi autentisitas riwayat khusus itu belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Karena itu, janji pengampunan mutlak tersebut tidak boleh dinyatakan sebagai hadis sahih tanpa penelitian sanad dan sumbernya.
Apa yang dimaksud dengan hadis musalsal?
Hadis musalsal adalah hadis yang rangkaian periwayatannya memiliki kesamaan tertentu dalam ucapan, tindakan, atau keadaan para periwayat. Istilah musalsal tidak otomatis menunjukkan bahwa hadis tersebut sahih.
Apakah basmalah harus dibaca sebelum setiap pekerjaan?
Basmalah dianjurkan dalam sejumlah aktivitas dan dapat dibiasakan ketika memulai pekerjaan yang baik. Namun, ketentuan khusus untuk setiap aktivitas perlu merujuk pada dalil masing-masing. Tidak semua kebiasaan harus dinyatakan sebagai kewajiban agama.
Apakah membaca basmalah saja cukup untuk mendapatkan keberhasilan?
Tidak. Basmalah merupakan bentuk mengingat Allah, tetapi usaha, perencanaan, keterampilan, dan tanggung jawab tetap diperlukan. Seorang Muslim menggabungkan doa dengan ikhtiar dan tawakal.
10. Rangkuman dan Kesimpulan
Basmalah adalah kalimat Bismillahirrahmanirrahim yang berarti “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang”. Kalimat ini mempunyai kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam dan digunakan untuk mengawali berbagai aktivitas yang baik.
- Basmalah mengingatkan manusia kepada Allah dan membantu meluruskan niat sebelum bertindak.
- Makna Ar-Rahman dan Ar-Rahim mengingatkan kita akan rahmat Allah serta pentingnya menampilkan kasih sayang dalam kehidupan.
- Al-Qur'an menyebut basmalah dalam QS. An-Naml [27]: 30, dan hadis sahih mengajarkan penyebutan nama Allah ketika makan.
- Basmalah perlu disertai usaha, tanggung jawab, dan akhlak yang baik; bukan dianggap sebagai jaminan otomatis atas keberhasilan duniawi.
- Riwayat yang menjanjikan pengampunan seluruh dosa melalui bacaan tertentu harus diperiksa autentisitasnya sebelum dinisbatkan kepada Nabi.
Pada akhirnya, keutamaan basmalah tidak hanya terletak pada pengucapannya, tetapi juga pada kesadaran yang menyertainya. Membaca basmalah seharusnya mengingatkan kita untuk bekerja dengan jujur, belajar dengan tekun, memperlakukan sesama dengan baik, dan senantiasa mengharapkan pertolongan Allah.
Semoga kebiasaan mengawali aktivitas dengan menyebut nama Allah membantu kita menjalani kehidupan dengan niat yang benar, usaha yang sungguh-sungguh, dan akhlak yang mulia.
11. Referensi
- Al-Qur'an, Surah Al-Fatihah.
- Al-Qur'an, Surah An-Naml [27]: 30.
- Al-Bukhari, Sahih al-Bukhari, hadis tentang adab makan dari riwayat Umar bin Abi Salamah.
- Muslim bin al-Hajjaj, Sahih Muslim, hadis tentang adab makan dari riwayat Umar bin Abi Salamah.
- Ibn al-'Arabi, Al-Futuhat al-Makkiyyah — disebut dalam naskah lama sebagai salah satu sumber penukilan riwayat; rujukan spesifik dan status riwayat perlu diverifikasi sebelum digunakan sebagai bukti hadis.
- Miftah al-Falah — disebut dalam naskah lama sebagai sumber penukilan; identitas edisi, lokasi teks, dan status riwayat perlu dipastikan melalui pemeriksaan naskah atau edisi yang dapat ditelusuri.
Posting Komentar untuk "Basmalah dan Keutamaannya: Arti, Dalil, dan Amalan"
Silahkan Berkomentar Dengan Bijak